Monday, October 17, 2011

Pangkalpinang, dari Udara

Saya kembali diminta menjadi pemateri pelatihan dari Makmal Pendidikan lagi. Jika saat ke Papela di Rote Timur, Maret lalu, saya mengantarkan materi Ceruk Ilmu, kali ini saya bersama Ibu Evi Affifah membawa bundel materi "Paradigma Baru Pendidikan Indonesia", di SDN 40 Kacang Pedang, Pangkalpinang, di pulau timah Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

Pertama kali terbang ke Bangka! Antusias juga dengan penugasan ini, karena berharap bisa sedikit menengok "pulau sebelah" yang tahun2 belakangan ini lebih ngetop seiring dengan meledaknya buku Laskar Pelangi, yaitu Belitung, hehe... Kami berangkat dari Bogor pagi buta, Selasa 12 Oktober 2011, lalu terbang dari Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 10.30 WIB, dan mendarat di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang beberapa saat sebelum tengah hari.

Seperti biasa, saya minta wiindow seat, agar bisa mengambil foto awan dan pemandangan tempat tujuan dari udara.

Awan di atas Pulau Bangka yang penuh 'kolong' bekas galian timah

Kelokan sungai di Pulau Bangka

Jalan utama Pulau Bangka berselimut debu pertambangan timah

Mendekat ke Pangkalpinang

Sungainya... terlihat penuh endapan begitu, ya?

Begitu mendarat, kami mencari taksi untuk menuju lokasi pelatihan di daerah Kacang Pedang. Tarif taksi dalam kota ternyata dipukul rata, jauh dekat limapuluh ribu rupiah. Agak berputar2 karena pak supir taksi kurang paham alamat tujuan kami, akhirnya kami sampai dengan selamat di SDN 40 Pangkalpinang, yang sedang direnovasi dengan bantuan PT Trakindo Utama.


Di darat, kota Pangkalping tidak jauh berbeda penampakannya dengan Bogor. Hanya terasa lebih panas dan berdebu. Di mana-mana jalan-jalan kota diselimuti debu dari hasil penambangan timah, sehingga dari udara terlihat keemasan seperti Eldorado #tidak nyambung #abaikan :)

Pelatihan bagi para guru SD di Pangkalpinang itu baru dilaksanakan esok harinya, Kamis 13 Oktober 2011. Dibuka oleh Kepala Sekolah SDN 40, beberapa pejabat berwenang dari kanwil Depdiknas kota Pangkalpinang ikut hadir. Demikian juga perwakilan dari PT Trakindo Utama.

Pembukaan pelatihan oleh Ibu Kepala SDN 40 PKP

Sambutan dari Bapak Jony, perwakilan PT Trakindo Utama.


Wednesday, October 5, 2011

Pajak, oh Pajak (Bagian 2)

Sebagai kelanjutan pembelajaran mengenai pajak, hari ini kelas 2A dan 2B mengerjakan produk kelompok berupa poster ajakan membayar pajak. Ini foto2 kerja kelompoknya, beserta hasil karyanya.


2B: Farhan, Basit, Dedi dan Andi
Karya Farhan dkk: "Jangan Salah Bayar Pajak" 


2B: Iqbal, Fatqur, Karunia dan Andhar
Karya Iqbal dkk: "Pajak Bukan Permasalahan, Tapi Jalan Kesejahteraan"


2B: Heri, Fardin, Fitra, dan Fadhli


Karya Heri dkk: "Pajak Lancar, Rakyat Makmur".


2B: Yodie (tampak belakang kepala), Kholis, Rofi dan Syawal
Karya Yodie dkk: "Pajak untuk Rakyat, Bukan untuk Pejabat"


2B: Mufid, Zulkifli, Agung dan Reza
Karya kelompok Mufid: "Pajak Tak Terlaksana, Rakyat Merana"


2A: Firman, Arzaq, Jajang dan Fadlilah

Firman dkk bersama karya mereka: "Memanusiakan Manusia dengan Pajak"


2A: Robby, Johan (a.k.a Juno), Umar dan Zikri 

Karya Robby dkk: "Pajak untuk Indonesia yang Lebih Baik"


2A: Fathan, Rizka, Fajar, dan Dian

Karya Dian dkk: "Pajak Bukan untuk Koruptor"


2A: Indra, Rizky, Hadi dan Krisna

Karya Indra dkk: "Selamatkan Pajak dari Koruptor"


2A: Somad, Juniar, Aldi dan Rozaq
Karya Somad dkk: "Pajak Hilang, Indonesia Melayang"
Ayo, ikut bayar pajak, dan awasi penggunaannya!

Friday, September 30, 2011

Olimpiade Geografi 2011 Se-Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten

Hari Minggu, 25 September 2011, sebanyak 13 siswa SMP dan SMA SMART Ekselensia Indonesia berangkat pagi2 dari asrama SMART EI menuju SMPN 5 Bogor. Delapan siswa SMA dan lima siswa SMP ini mengikuti seleksi tingkat Kabupaten Bogor untuk Olimpiade Geografi Se-Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Lomba tahunan yang diadakan oleh BEM Pendidikan Geografi Universitas Pendidikan Indonesia Bandung ini ternyata juga ada untuk tingkat guru. Karena itu, saya dan ustadzah Detty Hidayah, guru geografi SMA SMART EI, ikut diutus manajer untuk mengadu bakat dan nasib (#eh?) bersama para siswa kami.

Sempat kaget ketika masuk halaman SMPN 5 Bogor itu karena ternyata di hari yang sama akan ada temu kangen alumni angkatan 1982 (ampuun... jadul tiada tara..), kami diberi informasi oleh panitia bahwa bagi para siswa tingkat SMP dan SMA masing2 akan diambil tiga siswa dengan nilai terbaik di tiap kabupaten/kota untuk babak final di Bandung pada tanggal 10 Oktober mendatang. Kalau untuk tingkat guru, hanya satu orang per kota/ kabupaten, entah guru SMP atau SMA, tergantung amal, eh, nilai tertinggi tentunya. Hmm... dan pengumuman peserta yang lolos ke babak final itu hari ini!

Mari, silakan buka link ini . Ternyata ada tiga siswa SMART EI yang lolos ke final di UPI Bandung. Hip-hip hurray! Selamat buat Fachry Ali Firdaus (SMA), Johan Ferdian Juno Rizkinanda (SMP) dan Nur Kholis (SMP), yang alhamdulillah masih harus belajar lagi untuk berjuang di tingkat berikutnya. Sedangkan saya dan mbak Detty, masih harus belajar lebih heboh lagi untuk mencapai hasil yang lebih baik :)

Fachry Ali Firdaus, asal Garut, Jawa Barat.


Johan Ferdian JR (a.k.a Juno), asal Magelang, Jawa Tengah.


Nur Kholis, asal Pemalang, Jawa Tengah.

Doakan mereka mendapat hasil terbaik, ya!

Thursday, September 29, 2011

Pajak, oh Pajak (Bagian 1)

Materi IPS Terpadu untuk kelas 2 SMP SMART EI saat ini masuk ke dunia perpajakan.

Kata "pajak", tentu sudah sering didengar oleh para siswa kami. Membayar pajak? Nah, lumayan banyak yang merasa belum pernah melakukannya. "Kan kami masih kecil! Mana ada anak kecil bayar pajak?" seru beberapa siswa yang (kali ini) merasa masih kecil :)

Saya langsung memberi tangkisan atas alasan belum penah bayar pajak itu. Saya ambil ilustrasi dari kehidupan nyata. Di seputaran Parung ini banyak minimarket yang kerap juga dikunjungi para siswa saat hari bebas Sabtu atau Minggu. ("Iyaaa..." sahut para siswa yang merasa pernah mampir di minimarket tersebut). Namun jarang yang sadar memperhatikan bahwa di bagian bawah struk pembayaran belanja di minimarket tersebut tercetak kata-kata berikut "Harga BKP termasuk pajak". Jika pun ada yang membaca, belum tentu mereka tahu bahwa "BKP" tersebut adalah "barang kena pajak". Artinya, setiap melakukan pembelian barang dari minimarket tersebut, mereka telah membayar pajak.

Terlihat tidak? "Harga BKP sudah termasuk PPN"

"Aaah... masak sih?" beberapa siswa masih tidak percaya. Lalu pertanyaan mereka berlanjut dalam awal pembelajaran di kelas. Banyak. Misalnya berkaitan dengan apa saja kegunaan pajak itu. Selain itu, mereka yang senang membaca berita nasional dan kenal nama dengan "legenda" Gayus Tambunan, bertanya, buat apa rakyat membayar  pajak kalau akhirnya digondol oleh tokoh yang namanya telah disebut di atas itu.

Agar jawaban yang diberikan buat mereka lebih afdhol, maka saya mengajukan kepada sekolah untuk mengundang seorang auditor pajak dari Kantor Pajak Jakarta Barat, sebagai guru tamu bagi para siswa. Dengan kolaborasi bersama ustadzah Solehah yang mengajar ekonomi kelas 4 IPS, juga dengan teman2 di komunitas filantropi pendidikan, akhirnya sang auditor itu tiba di sekolah kami tadi siang.

Ini orangnya, Rahmad Harun Harahap:



Dan ini saat selesai acara "kuliah umum"-nya, bersama kepala asrama SMART EI, ustadz Yasyfi Nasution.



Selamat melanjutkan belajar perpajakan minggu depan ya, teman2...


Friday, August 12, 2011

Si Ranking 1!

Untuk edisi Idul Fitri, 18 siswa SMART EI kelas 2 dan 3 semalam ikut rekaman pengambilan gambar acara kuis "Ranking 1 " di TransTV. Setelah berangkat menjelang pukul 11 siang dari Parung (karena dikatakan rekaman di studio TransTV, Jakarta Selatan mulai pukul 3 sore), ternyata mulai acaranya baru menjelang pukul delapan malam. Haduh... memang harus sabar kalau mau jadi artis televisi yah :)

Nah, akhirnya ada salah satu dari 18 siswa SMART ini yang berhasil jadi ranking satu! Siapa dia? Penasaran kan? Iya kan??? *maksa :p* Haha... Tunggu saja penayangannya. Menurut jadwal yang kemarin disampaikan, rekaman kuis semalam akan ditayangkan pada pagi hari kedua Idul Fitri. Jadi, jangan ketinggalan menyaksikannya ya.

* sedikit bocoran: wajah si ranking 1 ini, ada di laman ini, sebagai salah satu penyaji makalah. Tebak saja yang mana tuuh :) *

Thursday, August 11, 2011

Balada Si Iwan Mencari Kerja

Di kelas IPS, kami sedang mempelajari materi kelas VIII, yaitu tentang ketenagakerjaan. 


SK: Memahami kegiatan perekonomian di Indonesia
KD: Mendeskripsikan permasalahan angkatan kerja dan tenaga kerja sebagai sumber daya dalam kegiatan ekonomi, serta peran pemerintah dalam upaya penanggulangannya.


Pada pertemuan pertama, setiap siswa membawa guntingan iklan lowongan kerja dari koran, dan sama2 kami mencoba menganalisis, bisakah kesempatan2 kerja ini mengatasi masalah ketenagakerjaan di negeri tercinta Indonesia ini (halaaah...). Kesimpulan kami, beberapa lowongan yang ada memang bisa memberi kesempatan kerja sekaligus kepada puluhan angkatan kerja yang belum berpengalaman (contoh: "asisten produksi di perusahaan garmen, minimal lulusan SMA"). Namun mayoritas mensyaratkan pendidikan lebih tinggi, dan juga hanya bagi mereka yang sudah berpengalaman di bidang yang sama. Alhasil angkatan kerja yang bisa memenuhi kesempatan kerja ini hanya sebagian kecil saja. Sisanya? Mungkin sedang duduk di bilik warnet di samping kita...


Hari ini, setelah membuka kelas dan melakukan apersepsi, saya mencolokkan kabel speaker (pinjaman dari kelas Kimia) ke komputer. Aplikasi iTunes sudah saya buka, saya siapkan lagu "Sarjana Muda" dari Iwan Fals. Sebelum lagu diputar, kepada tiap siswa saya bagikan teks lagu ini, tapi tidak lengkap. Ada bolong-bolongnya. "Eh, kayak kelas bahasa Inggris, tebak teks lagu," sebut para siswa sambil mengamati kertas di tangan mereka. "Lagu apa ini? Siapa sih Iwan Fals? Suaranya pasti fals, ya?" demikian komentar2 anak muda kelahiran akhir abad 20 ini. Komentar2 tersebut membuat ustadzah Vera sebagai anak muda juga (#eh?) yang sudah jadi fans bang Iwan saat anak2 ini baru lahir, nyengir. Makin sadar adanya kesenjangan budaya dengan para fans Cherry Bells ini. Maaf ya, bang Iwan :)


SARJANA MUDA
-Iwan Fals-


Berjalan seorang ________ muda, dengan _______ lusuh di pundaknya
di sela _________ tampak mengering, terselip sebatang ________ liar.


Jelas menatap _______ berarak, wajah _______ semakin terlihat
dengan langkah ________ tak terarah, keringat bercampur ______ jalanan.


Engkau ________ muda, resah __________ kerja
________________ ijazahmu.
_______ tahun lamanya bergelut dengan buku, 'tuk _________ masa depan.
Langkah kakimu __________ di depan halaman sebuah __________.


Tercenung, ______ engkau melangkah, dari pintu ________ yang diharapkan
terngiang kata tiada ____________ untuk _______ yang didambakan.


Tak peduli __________ lagi, namun ________ sama kau dapatkan.
Jelas menatap _______ berarak, wajah _______ semakin terlihat


Engkau ________ muda, resah ____ ______ kerja
tak _________ ijazahmu.
_______ tahun lamanya bergelut dengan buku, _________ semuanya.


__________ putus asa dia berucap, “________, ______”.

Ssst... ayo dengar lagunya! Serentak kelas hening, membiarkan awalan lagu dengan suara jalan yang penuh pekik knalpot dan tiupan angin terdengar jelas, lalu musik pengiring mengalun bersama dengan suara bang Iwan. Para siswa begitu tekun mengisi lembaran di meja mereka, sambil sekali menggerakkan kepala untuk menangkap suara lirih artis ini di beberapa bagian. Benar2 kelihatan kalau mereka belum pernah mendengar lagu ini sebelumnya.

Satu putaran lagu selesai. "Ulang lagi, ustadzah," pinta beberapa siswa. "Lagunya bagus, sih," kata yang lain. Sementara ada juga yang berkata dengan polos, "Suaranya bagus kok, nggak fals." Haha... sekali dengar langsung dapat fans baru! *berasa saya yang jadi artis*. Baiklah, saya putarkan sekali lagi. Beberapa siswa sudah berpindah duduk mendekat, sedangkan yang lain sudah mulai ikut bersenandung mengikuti lagu yang musiknya menyayat ini.

Ini album legendaris "Sarjana Muda" itu

Berikutnya saya minta mereka menulis satu paragraf di bawah teks lagu yang kini sudah lengkap itu: apa makna dari lagu yang dirilis tahun 1981 ini? "Waaa... tahun 1981! Jadul banget!" seru beberapa orang. Begitupun, mereka kemudian menuliskan kesan yang mereka tangkap dari lagu ini.

Salah satunya, Firman Mursal, menuliskan begini:
Makna dari lagu Sarjana Muda yang diciptakan oleh Iwan Fals adalah seorang pria yang sedang mencari kerja tetapi tidak ada lowongan sekalipun dia juga mencari kerja hanya mengandalkan ijazah dia kecewa tidak dapat pekerjaan di manapun dia minta maaf kepada ibunya karena tidak dapat pekerjaan karena ibunya yang membiayainya.

Bingung? Mungkin Firman juga. :) Mari simak tulisan Arzaq Tahara Fitwantyo berikut:
Seorang pria, seorang pencari kerja yang sudah mendapatkan gelar D3 atau sarjana muda. Ia kelelahan mencari kerja sampai kecapekan. Terus dan terus mencari. Dia mengandalkan ijazah yang didapatkannya. D3 ditempuh selama 4 tahun oleh pria tersebut. Terus mencari dari kantor ke kantor, tapi selalu ada kata tiada lowongan. Murung dan menyesal, mengkhawatirkan ibunya.

Dan ada lagi salah satu kesan unik dari Muhammad Indra Kajak, mencampurkan fiksi dan realitas :)
Iwan adalah seorang anak yang mencari kerja yang hanya mengandalkan ijazah. Ayahnya seorang tentara, Iwan hanya ingin bekerja dengan kemampuan sendiri, tidak bekerja menjadi tentara. Lalu Iwan mengamen dan sudah 4 tahun dia belum mendapatkan pekerjaan. Karena 4 tahun tidak dapat pekerjaan dia pun setengah putus asa.
Pelajaran yang bisa kita ambil, yaitu: kita bukan hanya mengandalkan ijazah tetapi harus ada character atau attitude. Kita tidak boleh putus asa.

Walau sebagian besar dari siswa di kelas IPS saat ini masih belum dapat digolongkan sebagai angkatan kerja, hari ini kami belajar prihatin tentang nasib para pencari kerja. Hari ini kami belajar bahwa mencari kerja itu tidak mudah, dan janganlah hanya mengandalkan ijazah sekolah belaka.

Iya, kan? *mencari dukungan*

Wednesday, August 10, 2011

Foto Keren Kelas 2 SMART EI Tahun Ini

Sudah hampir satu bulan nih, angkatan 7 bersatu jadi anak kelas 2 di SMART EI. Tadi kami membuat foto kelas, yang semoga bukan pose pasaran di sekolah ini. Oiya, hari ini baru kelas 2A. Kelas 2B menyusul deh... :)