Showing posts with label belajar PKN. Show all posts
Showing posts with label belajar PKN. Show all posts

Thursday, May 29, 2014

Mishka dan Panon Hideung

Sejak mengajar di SMART EI, saya sangat jarang nonton acara televisi (TV), karena memang tidak punya pesawat TV :) Dengan kondisi ini, saya terlambat berkenalan dengan tokoh kartun lucu yang tahun lalu mulai muncul di sebuah saluran televisi swasta nasional.

Hanya sekali, beberapa bulan lalu saat sedang mengacak-acak saluran televisi milik ayah, saya sempat melihat aksi kocak seorang anak kecil tengil dan beruang coklat sahabatnya dalam bahasa yang kedengarannya antah berantah. Itu pun sudah menjelang akhir cerita di mana kemudian muncul credit title dalam aksara cyrilic. Jadi saya tidak tahu banyak hal, selain kartun itu merupakan produksi Rusia berjudul  Маша и Медведь, alias "Masha y Medved", dan judulnya itu sudah dibahasainggriskan menjadi "Masha and the Bear".

(Oooo, ternyata "medved" itu artinya "beruang"? Berarti Presiden Rusia sebelum Pak Vladimir Putin sekarang ini, yaitu Pak Dmitry Medvedev, keturunan beruang? :p *ngelantur)


Si tengil Masha dan si beruang Miskha

Di pertengahan Mei ini, ada status seorang teman di sebuah media sosial menyebut duo ini. Saya pun teringat pada episode yang saya tonton dulu, saat Masha dan Miskha main sihir2an. Segera saya andalkan situs youtube untuk mencari rekaman kartun ini. Berhasil dengan sukses, saudara2, dan saya kembali tergelak dengan tingkah polah Masha menguji kesabaran Mishka. Sekian episode saya tonton, hingga tiba sebuah episode di mana Masha mengajak Mishka untuk memilih lagu cadas ketimbang lagu melankolis bilamana ingin memikat perhatian beruang betina dambaannya.

Miskha bergitar menyanyikan lagu untuk pujaan hatinya

Awalnya saya tidak terlalu memperhatikan lagu yang dibawakan Miskha dengan mata berbinar itu. Saya terlalu terkesima melihat wajah sang beruang jantan itu begitu kecewa saat  lagu pilihannya malah membuat sang betina melengos pergi. Kasihaaan... Sudah berusaha memainkan lagu "Panon Hideung" dengan penuh perasaan, eh malah diabaikan... hiks...

Eh, apa itu tadi?
Panon hideung?
Lagu sunda tea?

*langsung fokus
*nonton ulang mulai adegan awal: Miskha menyiram kembang - beruang betina lewat - Miskha ambil gitar - menyanyikan nada lagu... eh... Panon Hideung....!

Jeng.. jeng.. jeng...!
Saya teringat pernah membaca sebuah artikel di koran beberapa waktu lalu, yaitu liputan tentang sekelompok seniman musik Indonesia mendapat kesempatan berpentas di Rusia. Salah satu nomor yang mereka tampilkan adalah lagu yang di Indonesia dikenal sebagai lagu dari tatar Sunda, yaitu "Panon Hideung". Ternyata lagu itu mendapat sambutan luas dari penonton Rusia, karena ternyata lagu itu juga sudah turun temurun merupakan lagu rakyat mereka!


Dalam bahasa Rusia, lagu ini berjudul Очи чёрные (Ochi chyornye), yang artinya nyaris sama dengan Panon Hideung, yaitu si Mata Hitam. Bagaimana ya sebuah lagu berbahasa Sunda bisa jadi lagu rakyat Rusia? Buat saya, jadilah teka-teki ini sebagai sebuah tantangan bagi para siswa di kelas saya di SMP SMART EI yang sedang mempelajari materi globalisasi.

Sebelum saya bawa si mata hitam ini ke dalam kelas, saya cari dulu informasi yang mendukung. Untung ya sekarang sudah era global, maka berbagai informasi mudah didapat. Anda juga bisa mendapat informasi yang sama, atau bahkan beda. Di antaranya bahwa lirik lagu Panon Hideung memang dibuat oleh seniman besar kita Ismail Marzuki tahun 1920-an. Namun lagunya memang sudah dari Rusia sana, sudah muncul sejak abad ke-19, sebagai musikalisasi dari puisi Ochi chyornye, yang sebenarnya juga terjemahan pula dari bahasa Ukraina. Hehe... lumayan berliku, ya?


Ismail Marzuki dan istrinya, Eulis Zuraidah, inspirasi "penyundaan" Ochie chornye (foto dari Kaskus.co.id) 
Berikutnya, di awal pembelajaran pada hari Kamis (22/5) pagi, sambil berdoa agar sambungan wifi internet sekolah berjalan dengan lancar, saya pun bertanya, "Siapa yang suka kartun Masha and the Bear?"


Wiiih, banyak sekali yang mengacungkan tangan kanan mereka. "Saya selalu nonton waktu pulang kampung kemarin, ustadzah," seru beberapa dari mereka.  Yak, baiklah, kita nonton Masha dulu.


"Horeee..." serentak semua bersiap. Ada yang mematikan lampu kelas, ada yang langsung bersila di kolong meja terdepan. Bismillah, saya hubungkan laptop ke youtube, dan terputarlah episode "Hit of the Season" dari serial Masha yang legendaris (buat saya) itu :p

 
Episode selesai, wajah para siswa terlihat penuh senyum melihat kemalangan Miskha, dan wajah ustadzah Vera terlihat galau karena tidak ada tanda2 seorang siswa pun mengenali si Panon Hideung. Waduh gawat ini... Lanjut ke langkah berikut setelah lampu kelas dinyalakan kembali.


"Siapa yang bisa melihat hubungan budaya antara orang Sunda dan orang Rusia?"
Bergantian mereka menjawab: gitarnya, musik rock-nya, cara merayu cewek-nya (#eh)...

"Siapa yang tahu lagu yang dimainkan oleh Miskha?" tanya saya lagi, kali ini pandangan saya khusus menyasar siswa2 yang bahasa ibunya adalah Sunda, dari 22 siswa di kelas ini. Ada Insan, Harsa, Ghifar, dan Ibnu. Mereka menggeleng. Duuuh, makin gawat.

Terpaksa sepagi ini suara emas saya harus keluar. "Nana... nana... nana nana... Nana nana.... nana nana..." (mohon dibaca sambil mengambil nada Panon hideung/ochi chornye/dark eyes/les eux noirs ya...). Mulai terlihat hasilnya. Wajah Ibnu putra Ciamis tampak berpikir keras, Insan jejaka Bandung mulai ribut sendiri, "Itu.... itu... lagu itu..." tapi tidak ada kesimpulan, hehe... Sedangkan Harsa asal Bojonggede dan Ghifar yang keturunan Kuningan itu tak menunjukkan ekspresi pengenalan lebih lanjut.

"Ayo, lagu apa itu? Mata hitam?" saya memberi tambahan sontekan. Alhamdulillah, gol! "Panon hideung," cetus Ibnu. Wajahnya langsung semringah bak melepas suatu beban berat. "Oooo..." yang lain menyusul. "Emang kayak pernah dengar, sih," tambah yang ingin berpartisipasi. Saya minta Ibnu dan Insan menyanyikan sedikit lagu Sunda itu agar putra2 daerah SMART yang lain bisa tahu lagu Sunda ini. Mereka menyanyi malu2 dan terputus2, padahal teman2 mereka juga nggak tahu artinya ;)

"Kok bisa, ya, lagu ini dinyanyikan oleh beruang Rusia?"
Karena lagunya ngetop. Karena bahasa Sunda tu keren...

Oke, sebelum warga Sunda jadi makin narsis, diskusi akan dilanjutkan besok. "Nanti malam, tolong tanya pada ustad di asrama yang paham bahasa Sunda, siapa yang sebenarnya menyanyikan lagu ini: orang Sunda atau orang Rusia?" pesan saya sebelum para siswa pindah ke kelas berikutnya.


Saya cetak artikel yang saya pilih mengenai asal-mula kemunculan lagu ini, lalu saya tempel di mading depan kelas. Esoknya, alhamdulillah, banyak siswa menyempatkan membaca informasi ini sebelum menjumpai saya di kelas. Jadi saat diskusi dimulai, mereka punya data dan banyak pertanyaan seputar mengglobalnya suatu produk budaya dari satu tempat ke tempat lain.


Bagaimanapun, masih ada yang belum percaya bahwa dalam dunia per.matahitam.an, seniman kita mengambil karya seniman lain. Aiiih, ya sudah. Kita bandingkan saja dua versi lagu ini.


Pertama versi Rusia. Lagu ini sampai dinyanyikan oleh paduan suara tentara, berarti lagu ini dianggap sangat serius oleh mereka. Percaya, nggak? Kalau belum, silakan klik tautan pada foto di bawah ini.


Paduan suara Angkatan Darat Tentara Merah Rusia menyanyikan "Ochi Chernye" alias "Panon Hideung" versi Rusia (foto dari youtube.com) 

Para siswa cukup terpaku menikmati video ini, termasuk menikmati senandung "Nana nana..." dari kelompok paduan suara sebelum sang solis beraksi dengan suara tenornya. Dan yang berikut ini, versi Sunda, juga saya putarkan. Sengaja saya pilih versi yang cukup jadul, konon direkam tahun 1950-an. Malah bukan video, hanya rekaman suara artis serbabisa Bing Slamet. Tetap saja sepanjang lagu, siswa2 tetap betah menatap proyeksi wajah tersenyum lebar ayah pemain sinetron Adi Bing Slamet itu.
Rekaman suara Bing Slamet menyanyikan Panon Hideung (foto dari youtube.com)

Kalau dalam versi Rusia tadi ada chorus "Nana nana...", hiburan dalam versi Sunda ini adalah chorus "Aa... aaa" setiap Bing Slamet menyelesaikan satu baris lagu. Alhasil, jadi ada paduan suara "Aa aaa.." tambahan hari ini :) Senangnya, belajar globalisasi sambil bernyanyi walau hanya satu silabel saja, huehehe...

Diskusi mengenai penyebaran unsur budaya global a la Mishka dan Panon Hideung tidak berhenti di situ. Kemarin, ulangan harian saya adakan sebagai evaluasi pemahaman. Dalam soal uraian saya minta mereka menjelaskan aspek globalisasi budaya terkait dengan Panon Hideung dan Ochi Chornye. Rupanya soal ini sangat menyenangkan buat mereka, karena mereka kerjakan sambil bernyanyi "Aaa... aaa..." dan sambil digubah dalam versi daerah masing2.

Moto ireng (aa... aaa...)
Pipi kuniang (aa... aaa...)
Irung mancung (aa... aaa...)
Putri Banjar.... --> Banjar di sini merujuk pada Banjar Baru, Kalimantan Selatan daerah asal sang penggubah :)



Ulangan dan penyampaian materi yang begitu seru! Tahun depan, bakal pakai lagu apalagi, ya?

Friday, March 28, 2014

"Jangan Takut Melangkah...!"

Itulah kata2 Kak Jayadi Pide, alumni angkatan 3 SMART Ekselensia Indonesia yang pagi ini (Jumat 28/3) kami undang ke sekolah untuk menjadi guru tamu di kelas PKN SMP SMART EI.

Materinya masih mengenai Prestasi Diri, dan Kak Jayadi -saat ini menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (BEM FKM UI)- banyak membawa cerita inspirasi bagaimana memaksimalkan potensi agar bisa berprestasi.

Kak Jayadi (foto dari laman www.facebook.com/Jayadi Pide)
Sempat agak berdebar hati ini karena guru tamu spesial ini belum muncul juga pada waktu yang direncanakan, Kak Jay -putra asli Makassar- akhirnya muncul juga dengan selamat di halaman depan sekolah, dan langsung in action!

Kak Jay bisa dibilang meneruskan materi yang sudah saya sampaikan di kelas pada siswa2 kelas 2 mengenai optimalisasi potensi diri. Memulai pemaparan dengan sejenak bernostalgia mengenai masa2 Kak Jay saat masih menjadi siswa SMART, membawa kenangan kehidupan di asrama bersama kawan2 seangkatan, kemudian Kak Jay melanjutkan kisah mengenai "kepakan sayap"-nya setelah lulus dari SMART dan menyandang status sebagai mahasiswa.

Halaman slide yang selanjutnya ditampilkan pun menayangkan sepak terjang Kak Jay saat mulai menapak penjuru Nusantara, dari Lampung hingga Makassar; dari anggota kelompok teater hingga perwakilan Universitas Indonesia dalam (semacam) rapat kerja nasional pengurus BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat se-Indonesia.


Kak Jay dengan deretan prestasi dan jejak petualangannya.
"Kamu jangan meniru jejak saya," tutur Kak Jay pada siswa2 kelas 2 SMART EI ini. "Kamu harus membuat jejak sendiri, membangun prestasimu sendiri. Kembangkan potensimu, manfaatkan fasilitas yang ada, dan terutama waktu yang kita punya," tambahnya.


Usai pemaparan, sesi tanya jawab dimulai. Azzam, Syam'un, Vikram dan Yoga bergiliran bertanya. Mulai dari adakah harapan Kak Jay yang belum tercapai, hingga bagaimana caranya menjadi aktivis mahasiswa. Sayang, waktu belajar bersama guru tamu ini sudah selesai, hingga masih ada penanya yang belum terpuaskan. Terpaksa akhirnya harus puas dengan... foto bareng :)

Kapan2 kita belajar bersama lagi ya, Kak Jay! Terima kasih banyak atas kesediaan berbagi motivasi di SMART EI hari ini, walaupun masih menjalani UTS di kampus, hehe... Semoga kami bisa menapak sukses dan berprestasi lebih gemilang di masa depan. Amiiin ....

Monday, March 17, 2014

"Citius Altius Fortius" di Kelas PKN SMART EI

Ini catatan terbaru ketika kami menarik materi pembelajaran PKN kelas IX mengenai Prestasi Diri bagi siswa kelas 2 SMP SMART Ekselensia Indonesia.

Secarik pengumuman saya pasang di pintu kelas pada pagi hari, menyatakan hari itu, Jumat (14/3) pelajaran PKN diadakan di halaman depan masjid Al Insan. 

Pengumuman *penting :p*

Satu persatu siswa 2A pindah dari kelas Fisika, dan saya bagikan sepotong kertas warna biru atau kuning atau hijau kepada masing2 siswa. Kertas2 ini menunjukkan pembagian kelompok. Setelah kelas di tangga masjid ini dibuka dengan doa, tiap kelompok saya minta menunjuk perwakilan mereka yang paling cepat berlari, paling tinggi melompat, dan paling kuat tenaganya.

Para perwakilan ini kemudian disertakan dalam lomba lari-lompat-dan-adu-otot sebagaimana semangat awal cabang2 lomba dalam pesta olahraga bangsa Yunani kuno, Olimpiade.

Citius, altius, fortius!

Sayang kami tidak sempat mengabadikan saat perlombaan lari kelas ini diadakan. Walau lomba dimenangkan oleh Haidar yang lebih cepat dari dua peserta lain, namun finish yang dilakukan oleh Insan tidak kalah heroik, karena pakai gaya terjungkal saat menerjang semak rendah selepas garis finish :)

Berikutnya adalah lomba lompat. Perwakilan dari tiga kelompok aslinya adalah Dimas, Syam'un dan Haidar (lagi!), tapi ada dua atlet tambahan di kedua ujung barisan yang ingin menguji kebugaran, yaitu Rafi dan Insan (iya, Insan yang tadi itu lagi :p). Siapa yang melompat lebih tinggi?

Rafi, Syam'un, Haidar, Dimas dan Insan melompat bersama
Berikutnya adalah adu otot. Kami tidak punya barbel di sekolah, untuk itu yang paling mudah adalah menggelar adu panco. Karena ada tiga kelompok, perwakilan dua kelompok adu otot duluan. Maka di atas matras biru pertandingan (yaitu keset masjid) berhadapanlah Harsa dan Syam'un...

...dan pertandingan pun dimenangkan oleh ... Harsa! :)
Kelompok ketiga yang mendapat bye di pertandingan pertama pun, mengutus wakilnya, yaitu Ghifar untuk menghadapi Harsa. Pertandingan berikutnya penuh teriakan semangat dan cucuran peluh saat kedua atlet ini mengadu kekuatan otot...

... bisa tebak siapa yang menang?
Ternyata Harsa juga, sodara2!

Nah, berikutnya kami sama2 mencoba mengukur kemampuan diri. Ada beberapa siswa yang bersedia dan dipilih teman2nya untuk mengukur kemampuan fisik mereka. Di samping itu ada juga siswa yang memang kurang memiliki kemampuan fisik untuk bersaing di tiga "cabang olahraga" tadi. Tapi bukan berarti yang kurang kuat fisiknya tidak punya kelebihan ya. Bisa jadi mereka memiliki rasa seni lebih tajam, atau kecepatan otak dalam berhitung dibandingkan dalam berlari. Jadi di akhir pembelajaran hari itu saya minta mereka mencoba melakukan refleksi, lalu menuliskan masing2 lima kelebihan dan lima kekurangan diri mereka, menurut mereka sendiri.

Sesi kelas siang setelah istirahat solat jumat dan makan siang, adalah untuk kelas 2B. Kegiatan awal kelas tetap sama, yaitu pembagian kelompok dan penentuan wakil. Karena mereka baru selesai makan, ya, saya pakai urutan fortius-altius-citius. Adu panco duluan! Di matras biru pertandingan telah siap Galih dan Azzam.

Kedudukan sama kuat. Buku2 jari Azzam sampai pucat...
 Cukup lama juga adu otot ini berlangsung sama kuat, hingga akhirnya kedua pihak mengajukan perubahan arena pertandingan, yaitu di atas sebuah meja yang saat itu sedang tidak punya kesibukan di bawah pohon mangga. Pihak penonton dan sponsor semua sepakat, sehingga meja itu dinaikkan sebentar ke halaman masjid, dan pertandingan dimulai dari awal.

... dan Azzam pun harus mengakui kekuatan Galih.
Babak kedua adu panco ini menghadapkan Galih dengan penantangnya, Ringga.

Saling mengukur kekuatan lawan...
... dan Galih kali ini pun tumbang :p
Lomba kedua, melompat. Mustinya ada Satrio, Ihsan dan Ilham yang mewakili kelompok masing2, namun ada dua atlet lagi yang tertarik unutk ikut berelevasi.

Lompatan Satrio, Ihsan dan Ilham dengan pelompat latar Arman dan Qomar.

Terakhir, siapakah bintang pelari di kelas 2B? Tiga atlet bersiap membela panji2 kelompoknya: Ihsan, Mukhlisin dan Yanwari. Lagi2 ada dua pelari tamu gembira yang sambil tertawa2 tidak ikut menapak garis finish.

Ihsan, Lisin dan Ari, siapa yang kira2 menang?
Berdasarkan teknologi visual yang digunakan hakim garis Ilham di bawah pohon kelapa sebagai garis finish, menyatakan bahwa Lisin lah sang "citius", alias yang lebih cepat dari kedua pesaingnya!

Hari itu kami belajar mengenali potensi fisik kami, minggu berikutnya kami akan gali lagi jenis2 potensi kecerdasan yang kami punya. Di antara para siswa kelas ini ada yang tidak sabar ingin memperlihatkan kelebihannya dalam bernyanyi. Oke... kita coba minggu depan ya :p

Monday, March 3, 2014

Provinsi Ke-35 di Indonesia

Hayo, ada berapa provinsi atau Daerah Tingkat I di Indonesia saat ini?

Bila masih menjawab 33, maka pengetahuan umum yang Anda miliki perlu untuk disegarkan. Mulai Desember 2012, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono telah menandatangani persetujuan rekomendasi DPR RI atas terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara sebagai pemekaran dari Provinsi Kalimantan Timur. Sebagai tindak lanjut keberadaan provinsi baru yang beribukota di Tanjungselor ini, Menteri Dalam Negeri RI, Gamawan Fauzi, telah melantik Irianto Lambrie sebagai pejabat Gubernur Kalimantan Utara pada 22 April 2013 lalu.

Jadi, para siswa kelas 3 dan kelas 2 SMP SMART Ekselensia Indonesia pun sekarang sudah tahu bahwa jumlah provinsi di Indonesia saat ini sudah 34. Mereka sudah tahu bahwa bisa saja suatu provinsi dimekarkan dan membuat provinsi baru, sepanjang memenuhi syarat fisik, syarat teknis dan syarat administratif sesuai ketentuan UU no 32 tahun 2004 mengenai Pemerintahan Daerah.

Di kelas PKN saat ini, para siswa SMP SMART EI memang sedang mempelajari mengenai otonomi daerah. Selain mengetahui isi UU Pemerintahan Daerah, ingatan para siswa juga disegarkan dengan jumlah provinsi di Indonesia sekarang dan ibukota masing2 provinsi, sebagai kata kunci untuk mengikuti pembelajaran. Setelah pada beberapa pertemuan sebelumnya ada kajian mengenai potensi berbagai potensi daerah di Indonesia, maka Jumat kemarin, ada simulasi sidang DPRD Jawa Barat.

Sidang ini digelar hari Jumat lalu (28/2) sebagai tanggapan atas sebuah survei yang pernah digelar tahun 2005 oleh Lembaga Pemberdayaan dan Pengembangan Publik Daerah (sudah lama juga, yah?). Dalam survei terhadap 1000 orang di wilayah Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Kota Depok, ternyata 80,1 persen respondennya menyatakan persetujuan mereka bila keenam wilayah kabupaten/kota tersebut membentuk provinsi baru lepas dari Provinsi Jawa Barat.

(Artikel mengenai hasil survei ini pernah saya muat tahun 2009 lalu).

Enam kabupaten/kota di Jawa Barat yang pernah disurvei untuk pemekaran provinsi


Para siswa di kelas 2 SMP SMART EI sebelumnya telah membaca artikel tersebut, termasuk alasan2 mengapa keenam kabupaten/kota tersebut memiliki peluang untuk membuat provinsi baru, provinsi ke-35 di Indonesia. Mereka juga sudah mewawancarai dua orang warga Kabupaten Bogor untuk ditanya pendapatnya atas rencana pemekaran provinsi tersebut.

Dua warga tersebut, satu adalah ustad Sa'ban, petugas keamanan di SMART EI yang warga asli desa Jampang di sekitar sekolah SMART EI ini. Beliau kurang setuju jika enam kabupaten/kota di atas dimekarkan dari Jawa Barat. Alasannya, keenam wilayah ini adalah penyangga ekonomi Jawa Barat yang bisa menimbulkan ketidakseimbangan jika lepas dari provinsi induknya. Kalau terpaksalah berpisah, usulan nama untuk provinsi baru ini adalah Provinsi Bodekasi.

Satu narasumber lain yang diwawancarai adalah ustadzah Nika, guru Bahasa Inggris yang merupakan warga Leuwiliang, masih di Kabupaten Bogor juga. Ustadzah ini setuju saja pemekaran keenam kabupaten/kota itu menjadi provinsi baru. Berdasarkan provinsi geografisnya, usulan nama provinsi baru tersebut dari ustadzah Nika adalah Provinsi Jawa Utara.

Dari syarat2 pemekaran daerah sesuai UU No. 32 / 2004, yang masih kurang nampaknya adalah syarat administratif, yaitu persetujuan dari DPRD Jawa Barat untuk kemudian diajukan rekomendasinya oleh DPR RI dan selanjutnya disetujui oleh Presiden RI. Nah, karena itulah kemudian para "anggota DPRD Jawa Barat" diundang dalam sidang paripurna di kampus SMART EI untuk memutuskan, bisakah provinsi baru ini segera terbentuk :)

Sidang pertama digelar di kelas 2A pada pagi hari, dihadiri oleh 22 orang "anggota DPRD Jawa Barat" yang telah diundi mewakili 22 kabupaten/kota di Jawa Barat. Dalam kesempatan ini, karena satu kelas hanya beranggotakan 22 siswa, maka ada empat kabupaten/kota yang absen dalam sidang, yaitu perwakilan dari Kota Bandung, Kabupaten Indramayu, Kota Cimahi dan Kabupaten Purwakarta.

"Prof DR Ir (dst... panjang deh gelarnya)" M. Fathikhur Rafi mendapat kesempatan pertama menyatakan pendapat.
Persetujuan perwakilan Kabupaten Ciamis
Eh... eh... peserta sidang yang di sudut kok sibuk sendiri :p
Pro dan kontra pemekaran
Sementara sidang di kelas 2B pada siang harinya pun tak kalah ramai. Sebelumnya, pengundian menyebabkan perwakilan Kota Cirebon, Kota Tasikmalaya, Kota Bandung, dan Kabupaten Karawang absen dalam sidang penting ini.

Daftar hadir "sidang DPRD Jawa Barat"
Unjuk pendapat dari perwakilan rakyat Kabupaten Bogor

"Mengapa tidak bisa dimekarkan? Semua syarat teknis dan fisik sudah terpenuhi," kata anggota DPRD Ciamis.

Mengangkat tangan sebagai persetujuan pemekaran provinsi Jawa Barat.

Demikianlah, hasil sidang "DPRD Jawa Barat" untuk rencana pembentukan provinsi ke-35 di Indonesia saat ini telah mencapai kesepakatan. Persetujuan pembentukan provinsi ke-35 di Indonesia siap diajukan kepada presiden. Tinggal pengajuan nama, apakah jadi Provinsi Bodekasi atau Provinsi Jawa Utara yang belum disepakati. Tunggu saja di berita2 koran selanjutnya :)

Saturday, September 7, 2013

The Campaign Strikes Back!


Ini adalah berita terbaru kampanye partai2 politik yang dibentuk oleh siswa kelas 2 SMP SMART EI untuk materi Demokrasi dalam pelajaran PKN.

Jumat minggu lalu (30/8) ada masing2 empat partai di kelas 2A dan 2B yang telah melakukan presentasi visi, misi dan lambang partai. Kemarin adalah waktu untuk pengenalan calon presiden OASE yang diajukan, serta menjabarkan program kerja yang akan dijalankan bila partai tersebut menang dalam Pemira.

Jadwal presentasi pagi adalah kelas 2A, tempatnya di halaman masjid Al Insan. Dua orang pendukung kampanye, Ustadzah Ratna dan Ustadzah Nika sudah hadir di lapangan.

Partai Insan Mulia, ada M. Insan Maulana, Andre Syaputra, M. Haydar Zaky D, M. Syam'un Al Ghazi, dan Daffa Abimanyu
Orasi Partai Pencari Ilmu bersama M. Fatikhur Rafi,  Ade Mustopic, Al Ghifari Farhan M., Vikram Makrif, dan Anggi Nurkholis

Partai Kesejahteraan Nasional, beranggotakan M. Harsa Nur R., Bimo Priyoyudho, M. Ibnu Al Fida, Dimas Ardian S., M. Al Hamid., Rizky Maulana Pardomuan PD.
Katanya ini "Partai Cibi-cibi", padahal resminya Partai Citra Bangsa :)
Ada Tri Agus Setiawandika, Jefri, M. Zikrur Rahman, M. Haidar Hilmy, Nadhif Putra W. dan Anas Wahid A.


Selepas solat Jumat dan makan siang, tiba giliran kelas 2B. Lapangan depan masjid sudah merata disinari cahaya matahari siang, jadi kami pindah arena kampanye ke lapangan yang berada lebih ke selatan sekitar 20 meter saja :)

Penampil pertama kampanye, Partai Gerakan Karya Disiplin, bersama Ahmad Ilham Akbar, Vebrian Galih Sati V., M. Ikrom Azzam, Yanwari Musthafa Zein, Ridho Wahyudi Putra, dan M. Aziz Nur Hikmah

Partai Anak Dakwah Indonesia, mengklaim sebagai idaman para petani (ga nyambung tu, hehe..), mengutus juru kampanye Arman Apriansyah, Mukhlisin, M. Fahri, Aprulloh, M. Syahid Fathurrizky dan A. Senoaji Wijaya S.
Inilah Partai Indah, Aman dan Mandiri, menampilkan Ahcmad Fajar Cici Mulyana, A. Zikri Azmi, M. Ihsan Kamaluddin Tamam, Abdulloh, dan Rizky Dwi Satrio (foto oleh Ustad Syahid Abdulqodir) 
Maaf, pengambilan gambarnya terlalu jauh. M. Qomaruddin, M. Yani Al Risky, Aldi Maulana, Ringga Eka Putra dan Yoga Rikhaldi Putra memaparkan program kerja Partai Perisai Demokrasi (foto oleh Ustad Syahid Abdulqodir)

Ustadzah Vivi dan Ustad Syahid ikut menyaksikan kampanye kelas 2B

Monday, June 10, 2013

Kunjungan ke Sekretariat ASEAN dan @america

Hari ini adalah hari terakhir pembelajaran semester genap di SMART Ekselensia Indonesia. Mumpung juga saya sudah menjadwalkan sejak awal semester akan ada kunjungan ke Sekretariat ASEAN, alhamdulillah hari ini jadwal tersebut terpenuhi.

Sebanyak 34 siswa kelas 2 yang sedang mempelajari Organisasi Internasional dan Globalisasi, ikut dalam kunjungan ke gedung yang diresmikan penggunaannya sejak 1981 ini. Guru yang ikut mengantar adalah saya dan ustadzah Uci Febria. Berangkat dari Parung sekitar pukul 7.30 pagi, melewati berbagai titik kemacetan aktivitas lalu lintas Jumat pagi, sempat ditegur polisi karena salah berputar di Jl Jenderal Sudirman (ampun, Pak Polisi... ga lagi deeeh... ) akhirnya kami tiba di Gedung Sekretariat ASEAN lewat pukul 10.

Ihda dan Farid menanti waktu memasuki gedung Sekretariat ASEAN

Kami sempat menunggu di teras, menyaksikan datangnya para istri duta besar negara2 ASEAN berdatangan untuk suatu pertemuan di ASEAN Hall. Sekitar pukul 10.20 WIB kami dipersilakan memasuki ruang Bougainville, untuk menerima penjelasan ttg ASEAN dari staf kunjungan siswa, Ibu Nuraini Soulisa.

Ibu Nuraini Soulisa menjelaskan tentang struktur organisasi ASEAN (foto oleh Uci Febria)
Pemaparan yang disampaikan cukup informatif. Saya aja baru tahu kalau Sekretariat ASEAN saat ini sudah dijabat oleh Vietnam, yaitu oleh H.E. Le Luong Minh, bukan lagi oleh H.E. Surin Pitsuwan dari Thailand. Saya dan para siswa juga baru tahu kalau "kyat" mata uang Myanmar itu disebutkan sebagai "cat" ;)

Siswa SMART berusaha menjawab pertanyaan tentang ASEAN (foto oleh Uci Febria)

Lebih dari satu jam waktu berlalu pun tidak terasa. Apalagi Ibu Soulisa memberi kuis berhadiah suvenir ASEAN untuk mengecek pemahaman siswa. Sayang tidak ada waktu tersisa untuk siswa bertanya mengenai isu2 terkini di kawasan Asia Tenggara seperti konflik di Myanmar, Laut Cina Selatan, atau ACFTA. Alhasil lembar kerja siswa yg sebelumnya saya sebarkan tidak bisa diisi ;(

Sutrisno dan mousepad ASEAN hasil menjawab kuis (foto oleh Uci Febria)
Siswa kelas 2 SMART EI di Sekretariat ASEAN (foto dari ASEAN Secretariat)

Nah, jangan khawatir, masih ada lembar kerja lainnya :D. Seusai solat Jumat di Masjid BPN, kami segera menuju ke Pacific Place. Tujuan kami ke mal ini bukan buat belanja ya, tapi mengunjungi Pusat Kebudayaan Amerika, yang dinamai @america. Sebelumnya, kami berfoto dulu di lobby gedung sekretariat, diambil gambarnya oleh bapak petugas yang berada di lobby.

Foto bareng... :)
Tahap kunjungan selanjutnya: Pusat Kebudayaan Amerika Serikat, alias @america di Pacific Place, kawasan bisnis Sudirman. Di mal megah ini para siswa dihadapkan dengan sedikit kejutan budaya, yang juga menimpa saya, guru mereka :p. Pertama ada pemeriksaan tubuh dengan detektor metal dan pengecekan isi tas saat hendak memasuki gedung. Kedua, barang jualan yang ada di sini demikian "blink2" dan membuat pening kalau sampai kami tahu harganya, hehe... Jadi kami pasang kacamata kuda, tidak mau tengok kiri-kanan pada barang-barang mewah yang tidak mampu kami beli.

Sampai di suatu pojokan di lantai 3 mal ini di mana @america mangkal, kami sekali lagi melewati pemeriksaan ketat oleh petugas, sebelum kami semua akhirnya masuk dan disambut dan diberi penjelasan oleh Pak Fred mengenai @america ini.


Pak Fred dari @america menyambut siswa SMART EI
Setelah pemutaran video tentang Amerika dan @america, kami dipersilakan untuk mengeksplor fasilitas yang ada di pusat kebudayaan ini. Maka beberapa siswa memanfaatkan dengan meminjam perangkat iP*d untuk menjadi anggota dan memperbarui status di f**book (ga boleh iklan, hehe...)



Tak disangka, di dalam pusat kebudayaan ini kami bertemu tokoh global, salah seorang peraih Nobel Perdamaian abad ini, yang tentu saja adalah warga negara Amerika! Maka, berhamburanlah para siswa mendekat untuk berfoto... dengan patung Barack Obama :)


Foto bareng Mr President of the USA

Ada lembar kerja yang harus diisi siswa sebagai buah tangan kunjungan ini. Tapi itu di cerita lain, ya...

Wednesday, October 10, 2012

Walau Panas dan Terik... (Lanjutan Kampanye Partai SMART EI 2012)

Kelas PKN kami di SMP SMART Ekselensia Indonesia melanjutkan kegiatan kampanye partai politik masa depan, hari ini. Jam pelajaran untuk 2B ada di waktu yang lumayan pagi, pukul 08.25 hingga 09.05 WIB. Walhasil, matahari sedang lucu2nya, masih fully charged, menyilaukan dan menghangatkan sekujur tubuh, terutama bagi kami, para pendukung partai2 yang berkampanye, yang mendapat tempat duduk di tribun barat tangga masjid Al Insan, alias menghadap matahari :)

Tapi tidak apa2 deh, kepanasan selama satu jam pelajaran, demi menghayati makna demokrasi dan kebebasan berpendapat. Maka pagi ini hadirlah para pendukung kampanye...

Ustadzah Fufu, Ustadzah Cici dan Ustadzah Uci yang kepanasan di tangga masjid :p

Oookeee... ini penampilan menggebrak dari partai pertama, yaitu Partai Mandiri Agamis dan Santun ...


... diikuti kampanye pengurus serta calon presiden dan wakil presiden Partai Nurani Muslim...


... dilanjutkan oleh kampanye "pedas" dari Partai Persatuan Dakwah Siswa SMART... 


... dan akhirnya kampanye ceria dari Partai Akhlakul Karimah.


Setelah keempat partai selesai berorasi, ada masukan dari para pendukung setia mereka.

Para pengurus partai menyimak masukan dari Ustadzah Uci
Intinya... banyak hal yang perlu diperbaiki dari kampanye kali ini agar siswa SMART bisa menjadi pemimpin panutan bangsa idola mertua (#eh) di masa depan. Alhamdulillah, kegiatan pembelajaran di SMART EI memberi banyak bekal berharga tidak hanya untuk mencapai prestasi akademik, tapi juga kehidupan sosial politik...

Ayo dukung demokrasi dengan menunjukkan partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan positif dalam kehidupan bermasyarakat Indonesia!