Showing posts with label lomba. Show all posts
Showing posts with label lomba. Show all posts

Sunday, December 1, 2013

International Day Festival 2013 di SMART EI


Dari sebuah pembelajaran "kecil" di kelas, akhirnya jadi sebuah festival umum.

Tadinya acara ini dirancang sebagai bagian kegiatan pembelajaran IPS Terpadu untuk kelas 2 di SMART Ekselensia Indonesia, materinya Negara Maju dan Negara Berkembang. Saya akan buat kelompok2 yang akan membuka area pameran di kelas untuk menjelaskan perkembangan teknologi dan keragaman budaya di lima benua. Modelnya seperti Kelas Lembaga Keuangan begitu deh. Nanti siswa lain serta para ustad dan ustadzah bisa mengunjungi dan mendapatkan informasi dari para penunggu pameran.

Lalu ide ini didengar ibu Kepala Sekolah, usatadzah Eka Kurniasih, yang malah memberi tantangan untuk memperbesar skala kegiatan. "Bagaimana kalau pameran ini diadakan dengan mengundang tamu dari sekolah lain?" usul beliau. Hmmm. Boleh juga. Maka perluasan ide ini saya bicarakan dengan para siswa kelas 2, yang saat ini adalah angkatan 9 SMART EI. Pikir2 sebentar, ternyata mereka setuju! Mari kita lanjutkan ...!

Satu hal baru harus dipikirkan. Bila ada undangan dari luar SMART untuk acara ini, haruslah ada kegiatan lebih dari sekadar pameran untuk menarik mereka hadir. Tercetus ide mengadakan lomba, sehingga acara ini pun menjadi festival untuk memperluas pengetahuan dan uji kemampuan bagi pengunjung. Buat para siswa angkatan 9, ini juga kesempatan untuk mengadakan acara yang punya skala cukup besar dalam hal tanggungjawab karena berhubungan dengan kepuasan pengunjung dari luar sekolah.

Menggandeng beberapa ustad dan ustadzah untuk ikut membantu dalam kepanitiaan, yaitu ustadzah Imtinanika Syahara, ustadzah Uci Febria, ustadzah Retno Handayani, ustadzah Tri Artivining, dan ustad Imam Matin, maka resmilah acara bertajuk "International Day Festival 2013" ini mengundang siswa2 dan guru dari Sekolah2 Dasar di sekitar Kecamatan Jampang. Selain pameran, ada pula lomba melukis untuk siswa kelas 3-4 SD dan lomba cerdas cermat untuk siswa kelas 5-6 SD. Agar ceria, maka temanya adalah "One Happy World Together" :)

Pin yang dibuat oleh Vikram, Cici dan Ade Putra
Hari-H ditetapkan pada akhir November, yaitu Sabtu (30/11) kemarin. Sebelumnya para siswa telah mengantarkan undangan ke belasan SD dan setelahnya menunggu dengan harap2 cemas akan berapakah sekolah yang bersedia hadir. Biaya pendaftaran yang dibuat gratis akhirnya bisa mendatangkan lebih dari 10 sekolah untuk mendaftar. Sebuah capaian yang menjanjikan untuk sebuah acara yang diselenggarakan oleh siswa tingkat 2 SMP ya... :p

Pada malam hari sebelum kegiatan, beberapa persiapan akhir masih dilakukan, baik untuk persiapan pameran maupun pembuatan soal cerdas cermat.

Bendera negara2 dunia sepanjang koridor menuju "panggung utama"
Para peserta diajak bersemangat bersama di pagi hari

Ada dongeng oleh Kak Rizal, angkatan 10 SMART EI
Pembukaan oleh Kepala SMP SMART EI, ustadzah Eka Kurniasih
Tim yel-yel panitia

Pengunjung gelombang pertama di stand Asia

Kak Aziz bersemangat menjelaskan mengenai wilayah Amerika

Kak Ihsan laris manis di stand kawasan Oceania (foto atas) juga Kak Ibnu, Kak Azzam dan Kak Aji di stand Eropa (foto bawah).



Para pemenang lomba melukis (foto atas) dan lomba cerdas cermat (foto bawah)


Gaya panitia setelah acara selesai

Thursday, May 30, 2013

Di Balik Layar: Film Pendek "Menatap Biru"

Ada tantangan baru yang cukup mendebarkan bagi anggota klub jurnalistik SMART EI, S'Detik, yg baru berdiri "seumur jagung". Tadinya kami melihat di situs Film Pelajar ada sebuah lomba pembuatan film pendek untuk pelajar, diadakan dengan sponsor sebuah bank nasional, yang rencananya akan diikuti oleh Kabul Hidayatulloh dkk. Tetapi oh tetapi, di situs itu juga muncul sebuah lomba pembuatan film lain, yaitu Festival Film Surabaya, bak memotong di tikungan. Tampaknya lebih seru untuk mengadu nasib di lomba terakhir ini, sehingga akhirnya produksi sebuah film pendek pun dikebut oleh para jurnalis muda berbakat ini.

Ide cerita muncul dari Kabul, yang kemudian juga bertindak sebagai sutradara. Fahrul lulus "casting" sebagai tokoh utama, Ade menjadi juru kamera, dan Rein bertanggung jawab pada tampilan akhir film, alias editor.

Pengarahan dari sutradara dan rangkaian pengambilan gambar adegan di gedung Sekolah Guru Indonesia 

Latihan adegan di koridor sekolah oleh pemeran utama dan pendukung.

Ke mana teman2 klub jurnalistik lain? Ada kok yang sempat berada di depan layar sebagai "cameo" maupun yang membantu di balik layar. Tidak dilupakan peran seorang kakak alumni SMART EI, yaitu Fadyan Hilman, yang memberi kursus singkat nan taktis untuk penyuntingan rekaman demi rekaman hingga alhamdulillah, akhirnya seluruh proses film ini selesai satu hari sebelum tenggat pengiriman ke panitia lomba :)

Kak Fadyan menerangkan cara penyuntingan dengan menggunakan MovieEditor

Rein dan Kabul, akhirnya berhasil menyunting film perdana!

Dan ini lho, poster filmnya: Menatap Biru.

Foto dan penyunting poster: Rein || Model: Fahrul

Apakah film yang mengharubiru ini berhasil jadi pemenang? Kali ini belum. Tapi tentu Kabul dkk tidak patah arang. Berbagai cerita lain siap direkam dan dijadikan film. Maju terus siswa SMART EI dan Klub Jurnalistik S'Detik!

Tuesday, September 18, 2012

"Njombang ..." Science and Social Olympiads 2012


"Ustadzah, kaki saya jadi kayak lady-lady..."

Disodori pernyataan seperti itu, pagi subuh di Stasiun Jombang, Jawa Timur, membuat saya sempat bingung. Dan bengong, seperti biasa. "Maksud kamu?" tanya saya pada Nur Kholis, siswa kelas 3B SMP SMART EI si pembuat pernyataan.

"Ini, kaki saya jadi putih semua. Kedinginan di kereta," jawabnya sambil menunjukkan sepasang kaki pemain futsal nasional (#eh) yang memang berubah warna dari biasanya sawo kematangan menjadi pucat macam kaki Thomas Vermaelen. Hyaaa... saya tidak bisa menahan diri untuk tidak nyengir setuju. Pagi itu, Kamis (13/9) bersama saya dan Kholis ada Fadllilah Mulyana, Muhammad Fadhli, Rizky Agung Kurniawan, Faisal Abdulah, dan Johan Ferdian Juno Rizkinanda. Kami baru tiba di Jombang dengan kereta api Bangunkarta, sebuah pengalaman baru bagi kami semua melakukan perjalanan jarak jauh dengan kereta api eksekutif yang pendingin udaranya disetel optimal. Maunya kami sih naik kereta ekonomi biasa saja, tapi ternyata tiketnya sudah tidak tersedia untuk keberangkatan kami. Alhasil, sepanjang perjalanan, selimut yang disediakan pihak KA pun dipakai dengan maksimal pula. Demikian pula colokan listrik yang tersedia di samping tempat duduk saya manfaatkan optimal mengisi ulang daya baterai ponsel (ga mau rugi :p)

Kehilangan identitas karena kedinginan :p

Kami berangkat ke Jombang sebagai peserta perempatfinal Science and Social Olympiads 2012 yang diadakan oleh SMA Darul Ulum 2. SSO kali ini adalah penyelenggaraan ke-13, dan kami baru kali ini ikut serta. Kholis, Faisal dan Juno bergabung dalam tim IPS, sedangkan duo Fadli dan Kiki mewakili tim IPA SMART EI. Sebelumnya mereka mengikuti tes seleksi via internet (yang tertunda selama 24 jam) pada hari Minggu, 9 September 2012. Tiba di Jombang, setelah solat subuh, kami dijemput oleh pihak SMADU 2 dan setelah meletakkan tas, mandi dan sarapan, para siswa ini diberi kesempatan beramahtamah dengan kakak2 panitia di sana. Setelah itu kami diantar ke beberapa pojok sekolah dan lingkungan pesantren yang luas.

Faisal dkk menanyakan kehidupan di asrama Darul Ulum

Sedikit2 berusaha menyegarkan ilmu bersama Embi di ruang kelas yang menjadi tempat bermalam peserta

Besoknya, Jumat, adalah pelaksanaan tes perempatfinal bagi para peserta. Tengok sana sini, sebagian besar peserta berasal dari sekolah2 di Jawa Timur seperti Surabaya, Gresik, Kediri atau Tulungagung. Mereka pun bisa dibilang "veteran" dalam lomba ini karena sudah bertahun2 mengirim peserta dan sangat berpengalaman menghadapi medan tempur dan jenis soal yang diberikan. Sedangkan eserta yang termasuk "orang jauh" dan "pendatang baru" di antaranya adalah kami yang asal Bogor, dan salah satu SMP dari Sumatera Barat. Setelah acara pembukaan, para peserta pun digiring ke berbagai ruang kelas untuk mengerjakan tes.

Pentas kelompok marawis dalam acara pembukaan

Tim IPA berkutat mengerjakan soal

Diskusi kelompok IPS dalam mengerjakan soal

Pengumuman tim2 peserta yang lolos ke semifinal dilakukan seusai solat Jumat. Baik tim IPA maupun IPS SMART EI masih tertunda rezekinya untuk menjuarai SSO ini pada kesempatan pertama kami terjun di dalamnya. Jadinya ada waktu luang buat kami untuk istirahat dan mencari tiket pulang ke Jakarta. Lagi2 kami tidak berhasil mendapat tiket KA ekonomi, jadi terpaksa tiket KA Bangunkarta lagi lah yang terbeli.

Kalau lapar, ini menu yang disiapkan panitia
Sabtu sore, kami kembali diantar oleh panitia SSO ke Stasiun Jombang. Saat kami tiba hari Kamis kan bisa dibilang hari masih gulita, kurang menarik untuk berfoto. Sedangkan sore ini, cahaya matahari masih melimpah, ditambah keadaan stasiun yang tidak seramai stasiun Bogor, maka utusan2 SMART ini pun mencari lokasi2 asyik untuk berfoto.

"Njombang, we were here..."
Pulang naik KA Bangunkarta lagi (foto oleh Johan FJR)
Nah, akhirnya "boarding", siap kembali ke Bogor via
Stasiun Pasar Senen (foto oleh Nur Kholis)
Naik KA Bangunkarta bolak-balik dalam jarak beberapa hari, membuat kami lebih berpengalaman. Sudah tidak ada lagi yang dengan polosnya memesan jus buah dalam gelas plastik seharga 10 ribu rupiah (dan kaget setelahnya, hehe...). Film yang diputar dalam perjalanan pulang ternyata tidak berbeda, yaitu tentang pemain soccer imigran asal Meksiko di Los Angeles, Amerika Serikat, bernama Santiago yang berjuang menjadi pemain football profesional di klub Newcastle United, Inggris.

Pergi ke "nJombang" pertama kali ini menghasilkan berbagai pengalaman. Semoga bisa membawa manfaat bagi kami untuk kesempatan lain di masa depan.

Friday, March 9, 2012

Dapat Piala Kemendikbud... :)

Bukaaan... bukan saya kok yang dapat Piala dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Saya kan lumayan pemalu untuk ikut2 lomba, hehehe... Apalagi kalau yang hadiahnya tingkat tinggi begini. Tapi kalau urusan mendorong siswa2 saya untuk maju dan berprestasi, syukur kalau bisa mendapat hasil terbaik, saya yakin, sebagaimana semua guru di dunia ini, pasti sepakat untuk melakukannya. Ya kan? Ya kan? *sedikit maksa* :)

Nah, mereka ini siswa2 SMART Ekselensia Indonesia yang menang sebagai juara pertama lomba Lintas Nusantara (Lintara) dalam Olimpiade Humaniora Nusantara 2012 kemarin, dan mendapat piala bergilir dari Kemendikbud RI dan piala tetap dari Presiden Direktur Dompet Dhuafa.

Fadlilah Mulyana (angk7 asal Subang, Jawa Barat), Kabul Hidayatulloh (angk8 asal Banjarnegara, Jawa Tengah), dan Dion Suryadi (angk8 asal Pandai Sikek, Sumatera Barat).

Eits... bukan mereka saja. Masih ada lagi tim yang mandapat gelar juara ketiga dalam lomba yang sama. Mereka mendapat piala dari Direktur Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa.

Johan Ferdian Juno Rizkinanda (angk7 asal Magelang, Jawa Tengah), Faisal Abdulah (angk8 asal Bogor, Jawa Barat), dan Agni Ardi Rein Prasetyo (angk8 asal Yogyakarta).

Rekapitulasi skor para peserta lomba ini bisa dilihat di situs penyelenggara Olimpiade Humaniora Nusantara 2012 ini. Bisa dibilang, tim Lintara SMART EI -meminjam istilah KONI Pusat untuk atlet2 nasional kita- berhasil mempertahankan "tradisi emas", karena sejak kali pertama penyelenggaraan Lintara tahun 2010, selalu berhasil menggaet peringkat pertama dalam lomba ini. Semoga tahun2 berikut tetap sukses, walau persaingan pasti akan makin berat karena sekolah2 lain yang belum ikut, dan baru tahu akan acara ini mulai sekarang bakal bersiap2 deh. Piala yang diperebutkan sudah tingkat Menteri Dikbud RI lho... :)

Tetap berjuang...! :)

Friday, September 30, 2011

Olimpiade Geografi 2011 Se-Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten

Hari Minggu, 25 September 2011, sebanyak 13 siswa SMP dan SMA SMART Ekselensia Indonesia berangkat pagi2 dari asrama SMART EI menuju SMPN 5 Bogor. Delapan siswa SMA dan lima siswa SMP ini mengikuti seleksi tingkat Kabupaten Bogor untuk Olimpiade Geografi Se-Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Lomba tahunan yang diadakan oleh BEM Pendidikan Geografi Universitas Pendidikan Indonesia Bandung ini ternyata juga ada untuk tingkat guru. Karena itu, saya dan ustadzah Detty Hidayah, guru geografi SMA SMART EI, ikut diutus manajer untuk mengadu bakat dan nasib (#eh?) bersama para siswa kami.

Sempat kaget ketika masuk halaman SMPN 5 Bogor itu karena ternyata di hari yang sama akan ada temu kangen alumni angkatan 1982 (ampuun... jadul tiada tara..), kami diberi informasi oleh panitia bahwa bagi para siswa tingkat SMP dan SMA masing2 akan diambil tiga siswa dengan nilai terbaik di tiap kabupaten/kota untuk babak final di Bandung pada tanggal 10 Oktober mendatang. Kalau untuk tingkat guru, hanya satu orang per kota/ kabupaten, entah guru SMP atau SMA, tergantung amal, eh, nilai tertinggi tentunya. Hmm... dan pengumuman peserta yang lolos ke babak final itu hari ini!

Mari, silakan buka link ini . Ternyata ada tiga siswa SMART EI yang lolos ke final di UPI Bandung. Hip-hip hurray! Selamat buat Fachry Ali Firdaus (SMA), Johan Ferdian Juno Rizkinanda (SMP) dan Nur Kholis (SMP), yang alhamdulillah masih harus belajar lagi untuk berjuang di tingkat berikutnya. Sedangkan saya dan mbak Detty, masih harus belajar lebih heboh lagi untuk mencapai hasil yang lebih baik :)

Fachry Ali Firdaus, asal Garut, Jawa Barat.


Johan Ferdian JR (a.k.a Juno), asal Magelang, Jawa Tengah.


Nur Kholis, asal Pemalang, Jawa Tengah.

Doakan mereka mendapat hasil terbaik, ya!

Friday, August 12, 2011

Si Ranking 1!

Untuk edisi Idul Fitri, 18 siswa SMART EI kelas 2 dan 3 semalam ikut rekaman pengambilan gambar acara kuis "Ranking 1 " di TransTV. Setelah berangkat menjelang pukul 11 siang dari Parung (karena dikatakan rekaman di studio TransTV, Jakarta Selatan mulai pukul 3 sore), ternyata mulai acaranya baru menjelang pukul delapan malam. Haduh... memang harus sabar kalau mau jadi artis televisi yah :)

Nah, akhirnya ada salah satu dari 18 siswa SMART ini yang berhasil jadi ranking satu! Siapa dia? Penasaran kan? Iya kan??? *maksa :p* Haha... Tunggu saja penayangannya. Menurut jadwal yang kemarin disampaikan, rekaman kuis semalam akan ditayangkan pada pagi hari kedua Idul Fitri. Jadi, jangan ketinggalan menyaksikannya ya.

* sedikit bocoran: wajah si ranking 1 ini, ada di laman ini, sebagai salah satu penyaji makalah. Tebak saja yang mana tuuh :) *

Friday, July 22, 2011

Lomba Blogger Kemanusiaan



Masih ada kesempatan satu hari lagi untuk daftar, hingga 23 Juli 2011! Lomba ini diadakan dalam rangka milad ke-18 Dompet Dhuafa. Ketentuan dan syarat lomba ada di sini. Kalau ikut, nanti bisa ketemu saya lho... *sok ngetop* :)

Tuesday, November 2, 2010

Nugie oh Nugie...

Pemberitahuan bahwa sekolah kami, SMP SMART Ekselensia Indonesia, diundang Pusat Peragaan Iptek TMII untuk mengikuti Lomba Cerdas Cermat mengenai Ozon, disampaikan pada hari Jumat pagi 29 Oktober 2010. Padahal lombanya akan diadakan Senin pagi, 1 November 2010! 

Huaaa... langsunglah saya dan Ustadzah Vivi, mitra mengajar di kelas IPS bolak-balik menyusun daftar, enam orang siswa mana saja yang berpotensi (menang jika) ikut lomba ini. Terpilih enam nama, Fachry Ali Firdaus dan Yufril Aziz dari kelas 3, Tito M. Rizky dan Kasman dari kelas 2, serta Arzaq Tahara Fitwantyo dan Rizky Agung Kurniawan dari kelas 1. Keenam siswa ini dijadikan dua tim. Fachry, Kasman dan Rizky AK jadi tim 1, sedangkan Yufril, Tito dan Arzaq menghuni tim 2.

Tim sudah ditentukan, keenam siswa dihubungi, maka masuklah tahap persiapan. Agak serabutan, kami mencari bahan-bahan di internet, selain kembali membuka bahasan atmosfer di buku geografi kelas VII. Terpaksa keenam anak ini diminta agak mengurangi waktu bermain di akhir pekan demi menelaah bahan untuk lomba. Apa itu ozon? Apa sajakah bahan perusak ozon? Apa guna spektrofotometer Dobson? Apa itu Protokol Montreal? Dan lain-lain, dan lain-lain... istilah2 yang sedikit banyak menghantui tidur kami di akhir pekan itu :p
Hari berlomba tiba, kami berangkat dari Parung menjelang pukul 7 pagi karena lomba akan dimulai pukul 9 di PP Iptek TMII. Setelah pembukaan, tahap pertama lomba cerdas cermat yang diikuti oleh 37 tim dari 28 SMP di Jabodetabek (termasuk dari Serang juga kalau tidak salah), dimulai. Begini tahap satu ini:  semua tim mengerjakan tes tertulis, yang setelahnya dinilai oleh penyelenggara, dan dipilih sembilan tim dengan nilai terbaik yang melangkah ke tahap kedua, yaitu semifinal. 

Saat tim 2 SMP SMART EI disebutkan sebagai salah satu semifinalis, rasa syukur bercampur deg-degan muncul, terutama bagi tim 1. Ternyata... alhamdulillah Fachry dan kawan2 juga menjadi semifinalis. Yesss! Perjuangan berlanjut! Semifinal inilah babak cerdas cermatnya dilangsungkan. Dari sembilan tim akan diambil tiga tim pemenang untuk berlaga di final. Karena tim 1 dan tim 2 SMP SMART EI berlaga di ruang yang berbeda, di lantai yang berbeda pula di PP Iptek itu, jadilah saya yang bingung menentukan pilihan, mau berada di lantai yang mana. Sempat mengantar tim 1 ke ruang mereka, tapi kok ga mulai2 yah? Akhirnya saya pindah ke ruang bekas perpustakaan, tempat berlaga tim 2 melawan SMP 4 Bekasi dan satu SMP lagi (lupa, hehe... apalagi mereka tak tampak dalam gambar di bawah ini, hehe..)

Yah, babak ini cukup menegangkanlah pokoknya, terutama antara tim 2 SMP SMART EI dengan SMPN 4 Bekasi terjadi kejar-mengejar nilai yang ketat. Saat skor akhir kedua tim sudah sama, juri mengeluarkan soal tambahan di babak rebutan, yaitu siapa nama Menteri Lingkungan Hidup RI yang saat ini sedang menjabat. Tidak ada tim yang menekan bel untuk menjabat. Saya sendiri bengong karena tidak tahu (oh, Pak Menteri yang malang... maafkan kami karena prestasi, nama dan wajahmu memang kalah terkenal dibandingkan sepak terjang Gayus HP Tambunan :p). 

Satu lagi pertanyaan dilontarkan oleh panitia, dan langsung dijawab oleh SMPN 4 Bekasi... dengan salah! Skor mereka otomatis dipotong dong. Horeee..! Pendukung tim 2 SMP SMART EI (it's me alone, the one and only), langsung melonjak bahagia karena kami menuju final. Segera kami turun ke lantai berikutnya, membawa kabar gembira ini dan berharap mendapat kabar gembira juga dari tim 1. Sayang, teman2 tim 1 harus menyerah terhormat, selisih satu soal saja dari tim SMPIT Ummul Quro' Bogor, tetangga kami di kecamatan Kemang.

Jeng... jeng... Waktunya final! Selain tim SMPIT Ummul Quro', tim 2 SMP SMART EI juga menghadapi tim SMPN 115 Jakarta Selatan, yang sekolahnya dekat Stasiun Tebet dan merupakan tempat ujian SNMPTN saya dulu (numpang curhat ga penting :p). Tapi singkat cerita saja deh, akhirnya tim SMP SMART EI yang berhasil mencapai skor tertinggi dan menjadi juara. Hore lagiiii....!!! Selamat ya murid2ku semua! Kalian berenam memang pejuang tangguh!



Penyerahan hadiah dilakukan sore ini juga, saat peresmian klaster Ozon di PP Iptek. Pembawa acara telah mengumumkan bahwa seorang artis penyanyi kenamaan akan muncul menghibur para undangan, yaitu Nugie. Sementara menunggu sambutan2 dari pejabat, kami duduk dengan (berusaha) sabar -lihat foto di atas- dan lebih dari satu siswa ini mendadak bertanya: 

"Ustadzah, Nugie itu siapa?"

Ooh... mas Nugie... yang zaman saya bersekolah dulu ngetop karena "Tertipu"... sekarang bernasib sama dengan Pak Menteri Lingkungan Hidup. Tidak dikenal oleh generasi muda. Hakhakhak...!

*PS. Nggak ada foto Nugie yang saya ambil waktu menyanyikan lagu mengenai ozon pada kesempatan ini. Kamera saya mendadak rusak :p

Friday, September 3, 2010

Mencoba Berkarya di Fantasy Fiesta 2010


Dapat info tentang lomba cerpen Fantasy Fiesta 2010 yang diadakan oleh Kastil Fantasi, langsung saya sebarkan ke murid-murid saya. Eeh, senjata makan tuan, saya ditantang mereka untuk ikut juga lomba ini. Emaaak... cerita fantasi? Bikin yang macam apa? Cita-cita saya kan bikin novel detektif! Cerita fantasi yang bisa saya jadikan referensi paling2 Doraemon, hehehe...

Yak, oke lah, biar mereka semangat, tantangan saya jabani. Saya keluarkan karangan ngayal saya yang dimulai tahun 2003 dan belum selesai2 juga, hehe... Saya baca ulang, lalu saya edit dan tambah ceritanya, biar lebih kelihatan buatan 2010. Makanya dalam revisi ini, Cesc Fabregas terpaksa harus masuk berperan menggantikan Robert Pires tercinta, hikshiks...

Singkat kata, satu hari menjelang batas akhir, 23 Agustus 2010. Saya dilimpahi dua naskah yang sudah diketik, karya Ahmad Romdani dan Ahmad Beni. Mohon dirapikan, kata mereka. Sebelum itu, ternyata saya sudah kehabisan energi mengkhayal yang fantastis, menyerah dan menyatakan diri tidak ikut lomba ini... Dapat tugas mengedit ejaan dari Dani dan Aben akhirnya membuat saya berdecak-decak kagum sendiri.

Bagaimana tidak... daya khayal mereka itu lhooo... Kok ya mampu dalam waktu dua minggu selesai menulis cerita yang demikian mencekam. Belum sempurna, tentu, tapi untuk sebuah cerita yang harus ditulis 2500 - 3000 kata, luar biasa tentu energi yang dibutuhkan untuk menjaga konsistensi plot cerita. Apalagi mereka baru kelas 3 SMP, lho! Jadi ketika saya kirimkan kedua karya itu ke panitia (haaa... berhasil dikirim pada detik-detik terakhir!), makin berasa malu... Bu guru kok cuma bisa mengedit, tapi ga mampu bikin cerita kayak murid2nya itu ya...?

Dan 31 Agustus 2010 kemarin, pengumuman pemenang digelar. Baik Dani maupun Aben belum mendapat gelar pemenang apa-apa, tentu wajar. Pesaing mereka bukan orang2 yang baru kemarin menulis cerita fantasi. Levelnya tinggi. Dan membaca cerita-cerita yang jadi juara, membuat saya merinding... Dahsyat, liar, sadis, keren... bikin iri...

Apakah saya ganti haluan jadi calon novelis fantasi aja, ya?  

*foto: Dani (kiri) dan Aben.