Monday, February 18, 2013

"Bankir Cilik" di SMART Ekselensia Indonesia

Ada sembilan lembaga keuangan yang "buka lapak" lagi di kelas kami, Kelas IPS SMP SMART Ekselensia Indonesia, pada hari Senin, 18 Februari 2013 ini. Masih dalam materi kelas IX, yaitu Uang dan Lembaga Keuangan, dan masih dibagi dalam dua giliran, untuk kelas 2B dan 2A.

Maaf... belum sempat cerita banyak. Sebagian foto2nya dulu ya. Inilah para calon pemilik bank dari kelas 2A.


M. Tahsinul Qulub (Banggai, Sulawesi Tengah) dan Afdhal Firman (Pariaman, Sumatera Barat), petugas pelayanan nasabah Bank BNI 46

Renald Maulana Fadly (Metro, Lampung) & Dion Suryadi (Pandai Sikek, Sumatera Barat), penjaga counter Pegadaian

M. Fatih Daffa (Lumajang, Jawa Timur) dan Tedy Maulanazri (Buleleng, Bali), dapat rezeki menjaga lapak Bank Mandiri

Andrian Eka Wijaya (Bandar Lampung, Lampung) dan Faisal Abdulah (Bogor, Jawa Barat), petugas baru di Bank BJB

M. Sayyid Nur Marasabessy (Bogor, Jawa Barat) dan Cecep Muhammad Saeful Islam (Bandung, Jawa Barat), berpose galau di meja Bank BTN :)

Ilyas Fatkhurrohman Mukhlisina Allathief (Bantul, DI Yogyakarta) dan Nanang Rohmatulloh (Sragen, Jawa Tengah) siap melayani nasabah Bank Panin

M. Azmy (Bengkayang, Kalimantan Barat) dan Sukrismon (Padang, Sumatera Barat), pegawai baru Bank BNI Syariah

Di Bank Syariah Mandiri, Abdul Rajab (Medan, Sumatera Utara) dan M. Ihda Al Husnayain (Batam, Kepulauan Riau)  siap bertugas!

Muhibbuddin (Gresik, Jawa Timur) dan Farid Ilham Muddin (Barabai, Kalimantan Selatan)  tersenyum ceria menghadapi tugas di Bank CIMB Niaga

Dan berikutnya, ini para "bankir cilik" dari kelas 2B.

Jefri Apriansyah (Palembang, Sumatera Selatan) dan Wayan M Yusuf (Buleleng, Bali), bertugas di "kantor cabang" Bank BJB 

M Wahyudin Nur (Karawang, Jawa Barat) dan Nengah Affan Riyadi (Buleleng, Bali), menjabat sebagai petugas Bank Muamalat

Afdal Kurnia (Pariaman, Sumatera Barat) dan Kabul Hidayatulloh (Banjarnegara, Jawa Tengah), tersenyum siap melayani nasabah Bank CIMB Niaga
Riki Amrizal (Solok, Sumatera Barat) bersolo karir sebagai petugas Pegadaian
Wildan Choirul Anam (Bandung, Jawa Barat) dan Fahrul Hilman (Lombok, NTB) sedang bersiaga di meja Bank BTN






Agni Ardi Rein Prasetyo (Sleman, DI Yogyakarta) dan Andhar Andrianto (Binjai, Sumatera Utara) menunggu kedatangan nasabah Bank Syariah Mandiri 


Ade Putra Tri Prima (Banjar Baru, Kalimantan Selatan) dan Doni Septian (Bengkalis, Riau) menjaga "lapak" Bank Mandiri
Choiri Abdillah (Merauke, Papua) dan Alfian Ma'ruf Anshori (Solo, Jawa Tengah) sebagai petugas Bank Panin
Sutrisno (Samarinda, Kalimantan Timur) dan Arief Yoga Pratama (Bandar Lampung, Lampung) siap menyambut nasabah Bank BNI Syariah

Sunday, February 17, 2013

Tes Bidang Akademik SNB SMART EI 2013

Tes bidang akademik adalah tahap lanjutan dari seleksi berkas bagi calon siswa SMART Ekselensia Indonesia. Dilaksanakan akhir minggu ini, 16/17 Februari 2013, tes ini diadakan di masing2 lokasi panitia daerah seleksi nasional untuk tahun ajaran 2013/2014 ini.

SMART Ekselensia Indonesia menjadi lokasi tes bagi 41 orang calon siswa angkatan 10 dari daerah Jabodetabek dan sekitarnya. Bahkan ada juga calon siswa yang berasal dari Lebak, Banten atau Subang, yang rela menempuh perjalanan panjang untuk mengikuti tes yang dimulai pukul 8.00 WIB itu.

Melihat semangat yang terpancar dari wajah mereka, dan ketulusan dari orangtua yang mengantar mereka, mari berharap yang terbaik untuk masa depan mereka yang gemilang kelak... Amin!


Seorang peserta tes menyelesaikan karangannya tentang "Andai Aku Besar Nanti"
Kakak-kakak angkatan 9 SMART EI yang akan segera menjadi "senior" :)
Tekun dan teliti
Kartu peserta tes
Detik-detik akhir waktu pengerjaan tes

Thursday, February 14, 2013

"Ustad-ustad Hebat!" (Bagian 1)

Membangun kelas yang memberi inspirasi tidak selalu melalui pelatihan guru yang jauh, lama, dan mahal. Siswa di dalam kelas kita sendiri, bisa kok menjadi sumber inspirasi kita mengusahakan yang terbaik untuk mereka. Malah, mereka bisa jadi adalah "guru" yang lebih baik bagi teman2 mereka. Lebih lucu pula, bisa menghibur gurunya juga :)

Jadi, begini ceritanya...
Kelas 2 SMP SMART Ekselensia Indonesia angkatan 8 sekarang sedang mempelajari materi IPS Terpadu mengenai Uang dan Lembaga Keuangan. Iya, ini materi kelas IX, tapi sudah jadi jatah belajar siswa SMART di tahun kedua.

Selasa lalu (12/2) setelah membuka kelas, memberi pengantar dan menyampaikan tujuan pembelajaran, baik di kelas 2A maupun 2B, seisi kelas saya bagi menjadi enam kelompok. Ada tiga atau dua orang anggota di tiap kelompok. Masing2 kelompok harus menjadi kelompok ahli mengenai bank, koperasi, asuransi, dana pensiun, pegadaian, dan lembaga pembiayaan. Semua kelompok diminta melakukan wawancara dengan para guru dan karyawan di luar kelas mengenai fungsi dan kegiatan lembaga2 keuangan tersebut.

Di kelas pagi bersama 2B, waktu wawancara 20 menit selesai, para siswa kembali ke kelas. Secara bergantian mereka menjelaskan kepada teman2 yang lain tentang lembaga keuangan yang menjadi spesialisasi mereka. Ini sudah biasa, tapi kali ini mereka sudah saya minta untuk tidak membawa materi tercetak apa pun saat sedang menjelaskan. Kalau sekadar catatan yang dibuat saat wawancara masih boleh lah. Hal ini bisa membuat kita tahu persiapan dan pemahaman siswa atas tugas yang diberikan, juga melatih mereka mampu bicara cerdas dan percaya diri.

Nah, satu per satu kelompok saya beri giliran maju. Tiga orang "ustad cilik" maju menerangkan tentang bank, waktunya hanya 5 menit. Setelah itu langsung ada sepuluh siswa aktif yang bergantian mengacungkan tangan, bertanya tentang perbedaan bunga dan bagi hasil tabungan; fasilitas dan produk bank, fungsi bank sentral dan bank umum, serta dari mana bank bisa mendapat keuntungan.

Dengan cukup percaya diri, tanpa melihat catatan, ketiga ustad pun memberi jawaban kepada para siswa haus ilmu itu, walau terkadang ada info "sotoy" yang terselip, hehe... Saya biarkan dulu, namun tetap saya buat catatan untuk diluruskan. Waktu untuk tanya jawab yang seru itu selesai; belum lama saya mengambil alih "panggung", memberi apresiasi dan membuat pelurusan data dan fakta yang keliru mengenai bank, eh waktu belajar pun habis. Lima kelompok lain akan mendapat giliran menjadi ustad pada kesempatan berikutnya.

Siangnya pun begitu. Hanya satu kelompok kelas 2A yang sempat menjadi ustad, yaitu kelompok asuransi. Saat saya sedang menjelaskan adanya kejahatan berlatar belakang asuransi, pintu kelas kami terbuka. Ada tamu dari luar lembaga yang diantar langsung oleh Pak Ismail Agus Said, Presiden Direktur Dompet Dhuafa dan Pak Mulyadi, Direktur SMART EI. Bapak tamu ini (maaf, saya lupa nama beliau:p) diperkenalkan sebagai mantan direktur di perusahaan besar seperti RCTI dan Citibank. Mendengar kata "Citibank", saya langsung mengundang beliau untuk menjadi "nasabah" di kelas lembaga keuangan kami pekan depan. Beliau bilang mau hadir, jadi, kita lihat saja Senin depan, ya ;)

(bersambung ke bagian dua)

Monday, February 11, 2013

Hasil Seleksi Berkas Calon Siswa Angkatan 10 SMART Ekselensia Indonesia

Ratusan berkas pendaftar Seleksi Nasional Beasiswa SMART Ekselensia Indonesia tahun ajaran 2013/2014 telah selesai ditabulasi oleh 30 panitia daerah di seluruh Indonesia.

Hasil tabulasi ini kemudian dikirim ke panitia pusat seleksi di SMART EI, kemudian direkapitulasi dalam rapat tanggal 4-5 Februari 2013. Dari rapat panitia ini (dan beberapa data tambahan yg diverifikasi kemudian), bismillahirrahmanirrahim,...diputuskan nama2 pendaftar yg lolos seleksi berkas untuk mengikuti tes lanjutan, yaitu tes bidang akademik pada tanggal 16/17 Februari 2013 (tergantung jadwal dari panitia daerah masing2).

Siapa saja nama2 calon siswa angkatan 10 SMART EI ini? Silakan cek di tautan berikut: http://www.smartekselensia.net/

Bila ada nama putra / siswa / kenalan Anda dalam daftar ini, segera hubungi panitia daerah masing2 untuk mengetahui informasi lengkap tes bidang akademik ini.

Selamat bersiap menempuh jalan berikutnya untuk bergabung dgn keluarga besar SMART EI!

Tuesday, January 29, 2013

Back to School!

Ada dua hal yang membuat seru masa awal semester genap tahun ajaran ini di SMART EI.
Hal pertama adalah saat saya dan ustadzah Retno mengumpulkan surat2 dari berbagai wilayah Nusantara berisi kisah pulang kampung para siswa SMART. Dari 60 siswa yang telah diminta bercerita, alhamdulillah setengahnya telah berbagi cerita dan mengirimnya ke sekolah.
Cerita2 ini kami sortir, lalu kami pajang di mading ekskul jurnalistik sebagai tugas khusus "citizen journalism", atau semacam itulah.. :)
Kegiatan kedua adalah jalan2 lintas alam siswa dan guru di hari pertama kegiatan belajar mengajar, Senin 28 Januari lalu. Walau tidak semua guru bisa ikut karena ada tugas di luar dan dalam sekolah, kegiatan di wilayah perumahan Telaga Kahuripan ini cukup seru dan tentunya bikin capek, karena rutenya jauh, dan panas :)
Tapi pokoknya, resmi ga resmi, capek ga capek, SMART EI telah siap belajar lagi semester ini.
Ayo sama2 berjuang...!

Thursday, January 3, 2013

Olimpiade Humaniora Nusantara 2013

Setelah setahun berlalu, setelah puluhan sekolah bertanya2 penasaran... Olimpiade Humaniora Nusantara, tahun ini siap digelar! Acara puncak akan berlangsung selama hari Rabu-Kamis, 27-28 Februari 2013, di kampus SMART Ekselensia Indonesia, Parung, Bogor.

Kompetisi bidang humaniora paling keren untuk siswa sekolah menengah ini tahun ini melebarkan sayap. Pesertanya adalah siswa SMP/SMA sederajat se-Jawa. Ramai, kan? Bidang lombanya ada Lintas Nusantara (SMP), karya tulis ilmiah (SMP/SMA), storytelling (SMP/SMA), Opera van Jampang (SMP/SMA), dan debat Bahasa Arab (SMA). Ada juga Kompetisi Futsal, khusus untuk tingkat SMP dan pesertanya dari wilayah Jabodetabek.

Tertarik ikut? Ayo segera mendaftar! Pendaftaran dibuka hingga tanggal 8 Februari 2013. Informasi lengkap silakan cek di www.olimpiadehumaniora.com.

Selamat bergabung, selamat berjuang...!

Monday, December 3, 2012

Lebih Enak Dijajah Belanda atau Jepang?

Jangan... jangan jawab sekarang. Tunggu sampai Anda selesai membaca tulisan ini dan foto2 yang menyertainya.

Materi belajar kami di kelas IPS Terpadu SMART Ekselensia Indonesia semester ini mengenai pendudukan Jepang di Indonesia mulai agak terlambat. Selain ada fieldtrip ke Cibodas bulan lalu, kami keasyikan main, eh belajar menggunakan ular tangga raksasa buatan kami yang keren itu.

Tapi hal2 itu bukan sesuatu yang patut disesali, kok. Namanya juga proses belajar. Belajar sambil bermain di medan ular tangga membuat kami mengetahui sedikit2 beberapa hal mengenai masa pendudukan Jepang di Indonesia. Eksplorasi banyak2 atas pengetahuan itu, kami jalankan minggu lalu, lewat kegiatan debat.

Seperti biasa, baik kelas 2A maupun 2B dibagi dalam kelompok2 tiga orang. Kami masih menjalankan model Australasian Parliamentary, di mana dua kelompok berhadapan sebagai kelompok pro dan kontra, dan ketiga anggota masing2 pihak akan bergantian menyatakan pendapat kelompoknya. Tiap dua pihak berhadapan dengan topik debat tertentu, ada seorang pemandu debat merangkap pengatur waktu, sementara teman2 anggota kelompok lain menonton dan memberi penilaian.

Renald menjadi pemandu debat bagian pertama

Dengan materi mengenai pendudukan Jepang di Indonesia, topik2 debat yang saya sodorkan di antaranya adalah perbandingan dampak pendudukan oleh Belanda atau Jepang terhadap bangsa Indonesia, dan perbandingan penderitaan bangsa kita oleh bangsa lain di masa lalu dan sekarang.

Debatnya seru, pesertanya serius, teman2 penontonnya bersemangat. 

Nah, sekarang silakan dijawab, lebih enak dijajah Belanda atau Jepang? Ternyata ada menjawab sambil cengar-cengir: lebih baik dijajah Inggris, hehe...