Saturday, February 19, 2011

Kelas Lembaga Keuangan 2011

Baiklah.

Kelihatannya praktik menjadi petugas lembaga keuangan menjadi bagian pembelajaran yang paling ditunggu setiap siswa kelas 2 di kelas IPS Terpadu SMP SMART Ekselensia Indonesia. Mereka menyebut kegiatan ini "main bank2an", biar gampangnya.

Sejak saya ajak siswa angkatan 3 mempraktikkannya pertama kalinya di tahun 2008 buat (foto2nya ada di sini), adik2 kelas yang melihat kegiatan ini ikut antusias dan tidak sabar ingin cepat2 jadi siswa kelas 2 dan bisa praktik "main bank2an" juga.

Jadi tahun berikutnya, 2009, dibukalah praktik kelas lembaga keuangan yang kedua untuk angkatan 4 (fotonya di sini!), dan tahun 2010 kemarin berlangsung lagi kelas yang ketiga untuk angkatan 5 (tengok fotonya di sini juga).

Dan tahun ini angkatan 6 sudah menghitung hari mereka untuk praktik sebagai petugas lembaga keuangan, sesuai materi pelajaran kami mengenal uang dan lembaga keuangan."Kapan kita main bank2an, Ustadzah?" tanya mereka begitu kami bertemu lagi di kelas awal Februari setelah mereka usai libur pulang kampung. Segera, nak, tentu saja. Kita akan terlebih dulu belajar mengenai uang ya...

Dan jadwal pun tiba, hari ini, Jumat 18 Februari 2011. Anak kelas A yang jam belajarnya pukul 07.00-09.05 WIB mengisi shift pagi, sedang giliran shift siang adalah anak kelas B yang jam belajarnya pukul 13.00-15.00 WIB. Oiya, tahun ini tidak ada lembaga keuangan non-bank seperti pegadaian dan asuransi yang "buka lapak" seperti sebelumnya, karena jumlah siswa angkatan ini hanya 15 tiap kelas, cukup dengan 8 bank karena mereka bertugas berpasangan.

Berikut ini adalah sebagian foto2 aksi para petugas bank itu.


M. Ridholi A (Riau) dan Kasman (Banggai), pegawai Bank BCA shift pagi.


Bayu Adji Timur (Sorong) dan Miftahul Chairi (Solok), pegawai Bank Syariah Mandiri shift pagi.


Ardian Farizaldi (Sampang) dan Faisal Ibrahim (Waingapu), pegawai Bank BTN.



Beny Sulistyo (Jember) dan M Yusman Nahabiah (Batam), pegawai Bank BRI.


Imam Fadzoli (Yogyakarta), single fighter pegawai Bank OCBC NISP yang bertugas di shift pagi.



Jaya Hadi Saputra (Lampung) dan M. Irwan (Waingapu), pegawai Bank Danamon.


Ahmad Rofai (Lampung) dan Heri Darmanto (Padang), pegawai Bank Syariah Mandiri shift pagi.

Aldo (Medan) dan M Ricky Arisandi (Banggai), pegawai Bank BNI shift pagi.


M. Fardin (Banggai) dan Ahmad Johan Pondaag (Jayapura), pegawai Bank Syariah Mandiri shift siang. 


Fat Han Nuraddin (Lampung), pegawai Bank Muamalat. 



M. Robby Salam (Medan) dan Hanif Syaifurrohman (Jakarta), pegawai Bank BRI shift siang.


Genta Maulana Mansyur (Sukabumi) dan Desnawan Linggarjati Setioroso (Lampung), pegawai Bank OCBC NISP yang bertugas di shift siang.

Iqro' Maa Filardzi (Solo) dan Tito M. Rizky (Yogyakarta), pegawai BankBTN shift siang.

M Fatih Asror (Ciputat) dab M Ridho (Medan), karyawan Bank BNI shift siang.


Agung Pramudio (Padang) dan Ahmad Zuhhad Abdillah (Pekalongan), pegawai Bank BCA shift siang.

 
Tanmalaka Harisadewa (Lampung), dan M Ridhwan (Pemalang) pegawai Bank BII shift siang. Di tengah ada bintang tamu, Subagja dari Majalengka.

Foto-foto lain kegiatan ini, ada di sini. Ditengok yaaa... :)

Tuesday, December 7, 2010

SELEKSI NASIONAL BEASISWA SMART EKSELENSIA INDONESIA 2011



SMART Ekselensia Indonesia adalah sekolah tingkat menengah akselerasi berasrama untuk putra di bawah naungan Lembaga Pengembangan Insani (LPI) Dompet Dhuafa. Berlokasi di kawasan Parung, Kabupaten Bogor Jawa Barat, sekolah ini didirikan pada tahun 2004. Angkatan pertama berjumlah 26 orang telah lulus pada Agustus 2009 lalu dan melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Angkatan kedua, 28 orang juga sudah diwisuda 17 Juli 2010 lalu, kini berkuliah di berbagai PTN di Indonesia. Saat ini, sebanyak 174 siswa didik angkatan III hingga VII dari Sumatera Utara hingga Papua masih menjalani pendidikan di SMART Ekselensia Indonesia, dari tingkat kelas 1 SMP hingga 3 SMA.

Sekolah gratis bagi anak-anak yang berprestasi dari seluruh Indonesia ini digagas untuk meningkatkan harkat dan derajat kaum dhuafa melalui program pendidikan dan pembinaan yang komprehensif dan berkesinambungan. Diharapkan, setelah melalui proses pendidikan dan pembinaan di SMART EI, setiap siswa memiliki bekal berkarya untuk bangsa, negara dan agamanya.

Proses seleksi hingga kedatangan calon siswa, serta pendidikan selama berada di kampus SMART EI, tidak dipungut biaya apapun.

Persyaratan Umum
1) Berasal dari keluarga dhuafa (sesuai kriteria Dompet Dhuafa )
2) Laki-laki
3) Lulus/tamat SD atau sederajat
4) Bersedia untuk mengikuti program belajar 5 tahun atau hingga selesai
5) Memperoleh izin dari orang tua/wali
6) Memiliki prestasi akademik, dengan kriteria rata-rata nilai rapor kelas IV-VI minimal 7,0 dan tidak ada nilai 5 di buku rapor
7) Memiliki prestasi kegiatan pendukung, seperti olah raga, kesenian, organisasi, atau keterampilan Bersedia mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku
8) Berbadan sehat dan tidak memiliki penyakit menular.

Persyaratan Khusus
1) Mengisi formulir pendaftaran calon peserta seleksi (terlampir)
2) Fotokopi rapor kelas IV – VI yang telah dilegalisir oleh sekolah asal.
3) Fotokopi kartu Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)
4) Fotokopi ijasah/STTB/STK
5) Fotokopi piagam penghargaan/sertifikat
6) Surat keterangan tidak mampu dari Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM).
7) Surat Keterangan Gaji/Penghasilan orang tua/wali dan/atau anggota keluarga yang menopang/ikut membantu pendapatan keluarga dari RT atau RW atau Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) setempat.
8) Surat pernyataan/izin mengikuti pendidikan di SMART EI dari orang tua
9) Fotokopi rekening listrik 2 bulan terakhir
10) Fotokopi KTP/Surat Keterangan Domisili Tetap dari RT atau RW.
11) Fotokopi Kartu Keluarga/KK.
12) Pas Foto Calon Peserta ukuran 4 X 6 sebanyak 4 lembar.

Alur tahapan seleksi adalah sebagai berikut (dengan sistem gugur):
1. Seleksi Administrasi (kelengkapan berkas dan persyaratan)
2. Seleksi Kompetensi Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia dan Matematika
3. Tes Psikologi
4. Kunjungan rumah calo siswa
5. Musyawarah penentuan tahap akhir.

Untuk tahun ajaran 2011/2012, pendaftaran siswa baru sudah dibuka mulai tanggal Desember 2010 sampai dengan Februari 2011. Pendaftar calon siswa dari Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi dapat menghubungi:

PANITIA SELEKSI NASIONAL BEASISWA SMART EKSELENSIA INDONESIA 2011
Bumi Pengembangan Insani
Jl. Raya Parung Bogor Desa Jampang Kec. Kemang
Kabupaten Bogor–Jawa Barat 16330
Telp. 0251-8610817 / 8610 818 Ext 21.

Untuk calon siswa dari luar Jabodetabek dapat menghubungi mitra daerah masing-masing. Keterangan lengkap dan alamat mitra daerah dapat dicek di http://lpi-dd.net/?p=450.

Foto: 39 Siswa Angkatan VII, saat baru hadir di kampus SMART EI, Juli 2010.

Tuesday, November 30, 2010

"Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia" bersama D'Bagindas :)

Video berikut ini adalah cara siswa-siswa saya kelas 2 di SMP SMART EI menginterpretasikan perjuangan bangsa mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui modifikasi lagu2 pop. Hmmm... semoga para seniman pencipta dan penyanyi aslinya tidak kecewa dan bisa ikut menikmati ya, hehe...

Tenang, sesuai judul, Insya Allah ada modifikasi lagu ngetopnya D'Bagindas dari kelas 2A. Silakan klik di sini (jangan lupa beri komentar!). Persembahan kelas 2B, ada di sini

Untuk sementara di laman ini, nikmati dulu yang ini, persembahan campursari dari kelas 2B :p.


Thursday, November 11, 2010

Cerita Lain... :)


"HEBAT." (memang pakai huruf kapital)
"Wajib baca. Buku ini bermanfaat."
"Cara penulisannya sungguh memukau jelas. Bahkan seolah-olah memang terjadi sebenarnya. Penuh dengan konflik."
"Buku super gaul pas buat nongkrong"
"Penulisnya ganteng bangeeet..."


Anda berminat membaca buku dengan endorsement setinggi langit di atas? :) Kalau iya, silakan cari buku berjudul Hitosyi Imamura, Sang Penakluk Belanda. Sampul depan buku itu seperti gambar di samping. Membacanya, Anda akan mendapati sebuah cerita yang belum pernah diungkap sebelumnya mengenai tokoh Jenderal Jepang yang menandatangani Perjanjian Kalijati 8 Maret 1942 sebagai tanda takluknya Hindia Belanda atas Jepang pada Perang Pasifik.

(Cerita ini masih akan bersambung :p)

Tuesday, November 2, 2010

Nugie oh Nugie...

Pemberitahuan bahwa sekolah kami, SMP SMART Ekselensia Indonesia, diundang Pusat Peragaan Iptek TMII untuk mengikuti Lomba Cerdas Cermat mengenai Ozon, disampaikan pada hari Jumat pagi 29 Oktober 2010. Padahal lombanya akan diadakan Senin pagi, 1 November 2010! 

Huaaa... langsunglah saya dan Ustadzah Vivi, mitra mengajar di kelas IPS bolak-balik menyusun daftar, enam orang siswa mana saja yang berpotensi (menang jika) ikut lomba ini. Terpilih enam nama, Fachry Ali Firdaus dan Yufril Aziz dari kelas 3, Tito M. Rizky dan Kasman dari kelas 2, serta Arzaq Tahara Fitwantyo dan Rizky Agung Kurniawan dari kelas 1. Keenam siswa ini dijadikan dua tim. Fachry, Kasman dan Rizky AK jadi tim 1, sedangkan Yufril, Tito dan Arzaq menghuni tim 2.

Tim sudah ditentukan, keenam siswa dihubungi, maka masuklah tahap persiapan. Agak serabutan, kami mencari bahan-bahan di internet, selain kembali membuka bahasan atmosfer di buku geografi kelas VII. Terpaksa keenam anak ini diminta agak mengurangi waktu bermain di akhir pekan demi menelaah bahan untuk lomba. Apa itu ozon? Apa sajakah bahan perusak ozon? Apa guna spektrofotometer Dobson? Apa itu Protokol Montreal? Dan lain-lain, dan lain-lain... istilah2 yang sedikit banyak menghantui tidur kami di akhir pekan itu :p
Hari berlomba tiba, kami berangkat dari Parung menjelang pukul 7 pagi karena lomba akan dimulai pukul 9 di PP Iptek TMII. Setelah pembukaan, tahap pertama lomba cerdas cermat yang diikuti oleh 37 tim dari 28 SMP di Jabodetabek (termasuk dari Serang juga kalau tidak salah), dimulai. Begini tahap satu ini:  semua tim mengerjakan tes tertulis, yang setelahnya dinilai oleh penyelenggara, dan dipilih sembilan tim dengan nilai terbaik yang melangkah ke tahap kedua, yaitu semifinal. 

Saat tim 2 SMP SMART EI disebutkan sebagai salah satu semifinalis, rasa syukur bercampur deg-degan muncul, terutama bagi tim 1. Ternyata... alhamdulillah Fachry dan kawan2 juga menjadi semifinalis. Yesss! Perjuangan berlanjut! Semifinal inilah babak cerdas cermatnya dilangsungkan. Dari sembilan tim akan diambil tiga tim pemenang untuk berlaga di final. Karena tim 1 dan tim 2 SMP SMART EI berlaga di ruang yang berbeda, di lantai yang berbeda pula di PP Iptek itu, jadilah saya yang bingung menentukan pilihan, mau berada di lantai yang mana. Sempat mengantar tim 1 ke ruang mereka, tapi kok ga mulai2 yah? Akhirnya saya pindah ke ruang bekas perpustakaan, tempat berlaga tim 2 melawan SMP 4 Bekasi dan satu SMP lagi (lupa, hehe... apalagi mereka tak tampak dalam gambar di bawah ini, hehe..)

Yah, babak ini cukup menegangkanlah pokoknya, terutama antara tim 2 SMP SMART EI dengan SMPN 4 Bekasi terjadi kejar-mengejar nilai yang ketat. Saat skor akhir kedua tim sudah sama, juri mengeluarkan soal tambahan di babak rebutan, yaitu siapa nama Menteri Lingkungan Hidup RI yang saat ini sedang menjabat. Tidak ada tim yang menekan bel untuk menjabat. Saya sendiri bengong karena tidak tahu (oh, Pak Menteri yang malang... maafkan kami karena prestasi, nama dan wajahmu memang kalah terkenal dibandingkan sepak terjang Gayus HP Tambunan :p). 

Satu lagi pertanyaan dilontarkan oleh panitia, dan langsung dijawab oleh SMPN 4 Bekasi... dengan salah! Skor mereka otomatis dipotong dong. Horeee..! Pendukung tim 2 SMP SMART EI (it's me alone, the one and only), langsung melonjak bahagia karena kami menuju final. Segera kami turun ke lantai berikutnya, membawa kabar gembira ini dan berharap mendapat kabar gembira juga dari tim 1. Sayang, teman2 tim 1 harus menyerah terhormat, selisih satu soal saja dari tim SMPIT Ummul Quro' Bogor, tetangga kami di kecamatan Kemang.

Jeng... jeng... Waktunya final! Selain tim SMPIT Ummul Quro', tim 2 SMP SMART EI juga menghadapi tim SMPN 115 Jakarta Selatan, yang sekolahnya dekat Stasiun Tebet dan merupakan tempat ujian SNMPTN saya dulu (numpang curhat ga penting :p). Tapi singkat cerita saja deh, akhirnya tim SMP SMART EI yang berhasil mencapai skor tertinggi dan menjadi juara. Hore lagiiii....!!! Selamat ya murid2ku semua! Kalian berenam memang pejuang tangguh!



Penyerahan hadiah dilakukan sore ini juga, saat peresmian klaster Ozon di PP Iptek. Pembawa acara telah mengumumkan bahwa seorang artis penyanyi kenamaan akan muncul menghibur para undangan, yaitu Nugie. Sementara menunggu sambutan2 dari pejabat, kami duduk dengan (berusaha) sabar -lihat foto di atas- dan lebih dari satu siswa ini mendadak bertanya: 

"Ustadzah, Nugie itu siapa?"

Ooh... mas Nugie... yang zaman saya bersekolah dulu ngetop karena "Tertipu"... sekarang bernasib sama dengan Pak Menteri Lingkungan Hidup. Tidak dikenal oleh generasi muda. Hakhakhak...!

*PS. Nggak ada foto Nugie yang saya ambil waktu menyanyikan lagu mengenai ozon pada kesempatan ini. Kamera saya mendadak rusak :p

Friday, October 15, 2010

"Dengan Kata Lain"

Minggu ini saya mendapat notifikasi dari goodreads.com, seorang teman selesai membaca sebuah kumpulan puisi karya penyair Joko Pinurbo. Teman ini menuliskan kembali sebuah puisi dari buku Kekasihku itu, yang berjudul "Dengan Kata Lain" (halaman 50-51) berikut ini:

Dengan Kata Lain

Tiba di stasiun kereta, aku langsung cari ojek.
Entah nasib baik, entah nasib buruk, aku mendapat
tukang ojek yang, astaga, adalah guru sejarah-ku dulu.

"Wah, juragan dari Jakarta pulang kampung,"
beliau menyapa. Aku jadi malu dan salah tingkah.
"Bapak tidak berkeberatan mengantar saya ke rumah?"

Nyaman sekali rasanya diantar pulang Pak Guru
sampai tak terasa ojek sudah berhenti di depan rumah.
Ah, aku ingin kasih bayaran yang mengejutkan.
Dasar sial. Belum sempat kubuka dompet, beliau
sudah lebih dulu permisi lantas melesat begitu saja.

Di teras rumah Ayah sedang tekun membaca koran.
Koran tampak capek dibaca Ayah samapai huruf-hurufnya
berguguran ke lantai,berhamburan ke halaman.

Tak ada angin tak ada hujan, Ayah tiba-tiba
bangkit berdiri dan berseru padaku: "Dengan kata lain,
kamu tak akan pernah bisa membayar gurumu."

( 2004 ) 

Sontak, puisi ini mengingatkan saya pada jutaan guru yang belum pernah sekalipun namanya dicatat media. Guru2 entah di mana saja mereka berada yang hanya berkarya di tengah keterbatasan; yang memang hanya ingin mengabdi tanpa perlu sertifikasi; yang tidak kelihatan berbuat lebih karena tidak bisa; atau memang mereka tidak mau. Guru2 yang tidak peduli bahwa nama mereka mudah dilupakan oleh semua yang pernah jadi murid mereka. 

Dan puisi ini juga mengingatkan saya pada guru SMP saya dulu, seorang guru cum tukang ojek. Seorang Pak Marwoto yang semalaman saya ingat2 lagi nama beliau, guru geografi yang dulu kami beri nama keren "Sweetchuck" dari film Police Academy. Jahatnya saya, murid beliau yang malah lebih mengingat nama panggilan ketimbang nama aslinya.  

Hari Guru Nasional memanglah masih bulan mendatang. Namun, kepada siapakah puisi ini mengingatkan Anda?