Tuesday, May 22, 2012

Berita Luar Negeri dari Parung

Sukhoi Superjet 100 jatuh di Gunung Salak, dan Dornier Do-288 menabrak pegunungan Himalaya. Kesebelasan Chelsea menang adu penalti melawan Bayern Muenchen di final Liga Champions Eropa 2012.

Peristiwa kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak pada tanggal 9 Mei 2012 lalu, memang sedang banyak dibicarakan oleh masyarakat Indonesia. Apalagi oleh kami di SMART Ekselensia Indonesia, yang secara administratif berlokasi sama dengan Gunung Salak, yaitu di Kabupaten Bogor. Satu kabupaten tidak berarti dekat, ya. Menurut situs Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Bogor, luas kabupaten Bogor mencapai 2,237 juta km persegi, dengan 40 kecamatan. Jadi walau berada di kabupaten yang sama, kami yang berada di kecamatan Kemang ini belum pernah tahu situasi kecamatan Cijeruk tempat pesawat SSJ-100 tersebut terjatuh.

Namun berita mengenai pesawat ini, juga tentang kemenangan Chelsea di Muenchen, sekarang mudah diketahui orang di berbagai penjuru dunia. Demikian pula dengan para siswa SMART EI. Berbagai berita   dari pojok2 dunia terjauh pun gampang diketahui dari media2 informasi cetak atau elektronik. Sayang juga jika para siswa ini hanya sekadar "tahu"sesaat, lalu melupakannya. Kalau bisa sih ada analisis kecil2an dari para siswa ini, mengenai latar belakang suatu kejadian di muka bumi ini.

Tribun lokasi para peliput siaran langsung final Liga Champions Eropa 2012 di Stadion Allianz, Muenchen
(foto dari situs uefa.com)

Materi terakhir kami semester ini adalah lembaga dan kerjasama internasional. Sebelum membahas lembaga2 dan bentuk2 kerjasama internasional yang ada di buku teks kami, saya meminta para siswa dari dua kelas 2A dan 2B, untuk mencermati berita2 di media cetak. Khususnya adalah berita2 internasional dalam bulan terakhir. Masing2 berita dibuat ringkasannya dalam bentuk peta konsep (mindmap). Unsur dalam peta konsep ini adalah unsur2 berita yang sering disebut 5W + 1H. Sudah tahu unsur2 ini, kan, jadi ga usah saya tulis lagi ya... :) *sotoy kumat*

Krisna Adrian menggambar peta konsep tentang berita pemanggilan Andriy Shevchenko sebagai anggota timnas Ukraina dalam Piala Eropa 2012.


M Zulkifli dan M Fadhli membuat konsep tentang dua kecelakaan pesawat bulan Mei lalu: pesawat Agni Air di Himalaya dan Sukhoi Superjet di Gunung Salak.

Hasil dari analisis 39 siswa tentang berita2 internasional ini sudah kami pajang di papan kelas, di bawah eh, di atas judul "International Newsflash". Papan ini jadi kayak begini deh penuhnya:




Dalam pertemuan berikutnya, kami akan membacakan satu per satu berita tersebut. Gayanya harus seperti pembaca berita televisi betulan, ya. Can't wait? Sama dong, saya juga :)

Tuesday, March 27, 2012

Presentasi Kawasan Negara ASEAN

Materi geografi untuk kelas IX sekarang masuk pembahasan negara-negara Asia Tenggara. Tahun ini kelas kami memiliki proyek baru untuk mempelajari materi ini.

Kakak kelas angkatan 4 dulu membuat kartu pos objek wisata dari negara-negara ini. Kakak angkatan 5 dua tahun lalu membuat brosur wisata. Kakak kelas angkatan 6 tahun lalu menyiapkan buku saku negara ASEAN dan sekitarnya. Maka tahun ini teman2 angkatan 7 membuat proyek peta wisata ASEAN.

Kerjasama kelas 2B menyelesaikan peta ASEAN


Kelas 2A mewarnai peta ASEAN
Petanya belum final ya. Baru jadi petanya saja, keterangan tentang negara2nya belum dipasang. Tapi hari ini sudah ada lima kelompok yang selesai presentasi. Dua dari kelas A pada pagi hari, dan baru saja selesai tiga kelompok negara dari 2B.

Ini salah satunya, presentasi Dedi Yudi Rahadi dan Juniar Tirja Pratama Gamgulu mengenai negara Laos.

Hadi dan Juniar, presentasi negara Laos

Video2nya, sedang dikumpulkan, dan kalau sudah akan segera diunggah ke youtube. Nanti ditonton juga, ya! :)

Friday, March 9, 2012

Dapat Piala Kemendikbud... :)

Bukaaan... bukan saya kok yang dapat Piala dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Saya kan lumayan pemalu untuk ikut2 lomba, hehehe... Apalagi kalau yang hadiahnya tingkat tinggi begini. Tapi kalau urusan mendorong siswa2 saya untuk maju dan berprestasi, syukur kalau bisa mendapat hasil terbaik, saya yakin, sebagaimana semua guru di dunia ini, pasti sepakat untuk melakukannya. Ya kan? Ya kan? *sedikit maksa* :)

Nah, mereka ini siswa2 SMART Ekselensia Indonesia yang menang sebagai juara pertama lomba Lintas Nusantara (Lintara) dalam Olimpiade Humaniora Nusantara 2012 kemarin, dan mendapat piala bergilir dari Kemendikbud RI dan piala tetap dari Presiden Direktur Dompet Dhuafa.

Fadlilah Mulyana (angk7 asal Subang, Jawa Barat), Kabul Hidayatulloh (angk8 asal Banjarnegara, Jawa Tengah), dan Dion Suryadi (angk8 asal Pandai Sikek, Sumatera Barat).

Eits... bukan mereka saja. Masih ada lagi tim yang mandapat gelar juara ketiga dalam lomba yang sama. Mereka mendapat piala dari Direktur Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa.

Johan Ferdian Juno Rizkinanda (angk7 asal Magelang, Jawa Tengah), Faisal Abdulah (angk8 asal Bogor, Jawa Barat), dan Agni Ardi Rein Prasetyo (angk8 asal Yogyakarta).

Rekapitulasi skor para peserta lomba ini bisa dilihat di situs penyelenggara Olimpiade Humaniora Nusantara 2012 ini. Bisa dibilang, tim Lintara SMART EI -meminjam istilah KONI Pusat untuk atlet2 nasional kita- berhasil mempertahankan "tradisi emas", karena sejak kali pertama penyelenggaraan Lintara tahun 2010, selalu berhasil menggaet peringkat pertama dalam lomba ini. Semoga tahun2 berikut tetap sukses, walau persaingan pasti akan makin berat karena sekolah2 lain yang belum ikut, dan baru tahu akan acara ini mulai sekarang bakal bersiap2 deh. Piala yang diperebutkan sudah tingkat Menteri Dikbud RI lho... :)

Tetap berjuang...! :)

Thursday, February 16, 2012

Ke Bank Lagi...

Sejak semester lalu, saya sudah minta tolong kepada koordinator Komunitas Filantropi sekolah kami, agar semester genap ini bisa didatangkan seorang guru tamu dari praktisi perbankan untuk membantu materi Uang dan Lembaga Keuangan di kelas IX. Sayang disayang, tamu penting tersebut tidak bisa dihadirkan saat pembelajaran bulan Februari ini.

Namun pembelajaran materi Lembaga Keuangan tetap berjalan, dong. Praktik simulasi menjadi petugas lembaga keuangan ternyata tetap ditunggu oleh para siswa di kelas IPS SMP tahun ini. Para calon petugas kali ini adalah siswa2 angkatan ketujuh. Kami siap membuka "gerai" bank kami pada hari Rabu, 15 Februari 2012.

Kelas yang dapat giliran terlebih dulu adalah kelas B, dari pukul 7.30 hingga 9.00 WIB. Tapi foto2 mereka belum sempat dipindah, jadi tunggulah penampilan mereka dengan sabar, ya :)

Yang berikut ini adalah para petugas lembaga keuangan kelas A, yang mendapat giliran jaga pada pukul 10.30 hingga 12.00 WIB.

Dian Kurnia Afiandi (Medan) dan Juniar Tirja Pratama Gamgulu (Jayapura), petugas BNI Syariah
Achmad Fattahur Rozak (Mojokerto) dan Fathan Shorih (Medan), petugas pelayanan nasabah Bank OCBC NISP
Johan Ferdian Juno Rizkinanda (Magelang) dan Dedi Yudi Rahadi (Lampung Selatan), karyawan Bank Syariah Mandiri
Firman Mursal (Sorong) dan Muhammad Zikri (Pariaman) dari Bank BTN.
Muhammad Indra Kajak (Luwuk) dan Muhammad Rizka Fadilllah Badar (Kendari), menyambut di Bank BII
Senyuman dari Jajang Saputra (Batui) dan Rizky Agung Kurniawan (Ogan Komering Ulu),  petugas Bank BRI
Petugas Bank Danamon yang ceria: Arzaq Tahara Fitwantyo (Kebumen) dan Krisna Adrian (Pangkalpinang)
Ada Fadlillah Mulyana (Subang) dan Muhammad Fajar (Banjarbaru), menanti nasabah di Bank BNI
Muhammad Robby Salam (Medan), petugas layanan nasabah Bank BCA
Abdus Somad (Pegayaman) dan Fachri Umar (Tangerang) bersama menjaga gerai Bank Muamalat
Ucapan terimakasih kepada ustadz dan ustadzah pengunjung bank angkatan tujuh


Ayo... tahun depan datang ke bank angkatan delapan, ya... :)

Monday, February 13, 2012

Hasil Verifikasi Berkas Seleksi Nasional Beasiswa SMART EI 2012

Setelah menjalani verifikasi kelengkapan dan isi berkas pendaftaran untuk calon siswa angkatan IX SMART Ekselensia Indonesia tahun ajaran 2012-2013, akhirnya diputuskan sebanyak 344 calon siswa berhak mengikuti tahap tes akademik, mulai tanggal 18 Februari 2012.

Calon siswa dari daerah Jabodetabek dan sekitarnya, akan menjalani tes bidang studi matematika, bahasa Indonesia serta PAI dan Al Quran pada hari Sabtu, 18 Februari 2012 mulai pukul 08.00 WIB. Tempatnya di kampus SMART Ekselensia Indonesia, Jalan Raya Parung-Bogor, Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Jawa Barat. Untuk peserta dari daerah lain, kepastian waktu tesnya bisa dicek pada mitra daerah masing-masing.

Daftar peserta tes seleksi akademik ini bisa dilihat di http://lpi-dd.net/?p=2795.

Selamat mengikuti tes...!

Monday, January 16, 2012

Semester Iwan Fals


 “Hyaaa... Iwan Fals lagi,” celetuk Dian, siswa kelas 2A asal Medan begitu membuka lembar kerja yang saya siapkan untuk dibahas bersama kelompoknya, pertengahan Desember lalu. Teman-teman sekelasnya ikut bersemangat mengamati lembaran kertas di meja mereka, menebak-nebak kata di bagian yang kosong. Sebagian lagi, mencoba merangkai nada, meniru Bang Iwan -sok akrab-, “sahabat baik” kami dalam pembelajaran IPS Terpadu semester ganjil 2012/2012 ini.
Iwan Fals, "guru tamu" kelas IPS SMP SMART EI
Iya nih, nampaknya tinggal tunggu waktu hingga Iwan Fals saja yang sebaiknya datang menggantikan saya mengajar di kelas ini, hehehe... Sudah empat buah lagunya saya pinjam untuk menjadi pengantar dalam membahas materi kelas 2 SMP SMART EI semester ini. Saat membahas masalah ketenagakerjaan, saya pakai lagu “Sarjana Muda” agar siswa-siswa cerdas dari berbagai penjuru nusantara ini bisa menghayati betapa ijazah pendidikan formal bukanlah lagi merupakan senjata ampuh untuk memperoleh pekerjaan yang diidamkan.
Masih dalam bab ketenagakerjaan, balada si Budi kecil yang menggigil dalam “Sore Tugu Pancoran” juga saya pernah putarkan untuk mengingatkan betapa banyak siswa mungil seumur Dian, Rozak, Indra, dkk di luar sana yang harus berjuang keras sendiri agar bisa mendapat makan setiap hari, sekaligus agar bisa mendapat ilmu di sekolah. Sebuah gambaran nasib anak bangsa yang belum juga membaik bahkan setelah enam orang presiden silih berganti menjadi pemimpin republik ini.
Bulan Oktober lalu, kami sama2 mendengarkan lagu Bang Iwan berikutnya, “Surat untuk Wakil Rakyat”, saat materi Pendidikan Kewarganegaraan memasuki bab Demokrasi. Iya, gambaran mengenai para wakil rakyat yang terhormat pada masa Orde Baru seperti digambarkan Bang Iwan, kok ya ternyata masih sama saja keadaannya di orde yang mengusung kata reformasi kini. Wakil rakyat yang seharusnya merakyat, malah berlomba pamer Hummer, Alphard, dan Bentley. Jadi apanya yang direformasi? Tingkat kesejahteraan anggota dewan saja, ya??? *ngomel2 sendiri mumpung ga ada anggota dewan*
Dan sekarang masuk materi terakhir pembelajaran kami, materi kelas IX mengenai Perubahan Sosial Budaya. Pada pertemuan sebelumnya, kami telah sama2 menelaah pengertian, aspek2 serta faktor2 pendorong atau penghambat perubahan sosial budaya. Lembar kerja saya bagikan untuk tiap kelompok, suara harmonika yang mengantar lagu Bang Iwan, “Ujung Aspal Pondok Gede” membahana di dalam kelas begitu lagu ini saya putarkan.
Di dalam kelas, kelompok-kelompok siswa yang terdiri dari empat orang, nampak seperti beradu telinga berusaha menangkap dengan baik suara penyanyi balada yang agak serak-serak gimanaa gitu ini. Dan seperti biasa, puisi sosial Bang Iwan kembali menyihir kami...
Bener, lho. Nggak bohong. Semua siswa -dan gurunya ini tentu saja- terdiam saat lagu mengalun. Kok ya seperti kami melayang ke kampung halaman kami, walaupun nama kampung kami bukan Ujung Aspal Pondok Gede. Bagai tergambar masa kecil bersama ayah dan ibu di sebuah kampung yang tadinya asri, bermain bersama kawan2 di tanah lapang depan masjid... yang kini tinggal kenangan. Kampung jadi terasa panas karena pembangunan pabrik yang merajalela, lengang ditinggal penduduknya, sesak dengan kedatangan para cukong yang mengambilalih desa...
Eh, kok jadi curhat sendiri :). Putaran pertama lagu berakhir, dan serentak seisi kelas menghembuskan nafas. Beberapa siswa bagai masih larut dalam kisah dusun Ujung Aspal Pondok Gede, pandangannya terlihat menerawang. Dan seperti yang sudah2, ada paduan suara tidak serempak, “Ulang lagunya, ustadzah...”. Oke, saya putar ulang. Sampai dua kali malah, sambil mereka akhirnya selesai mengisi bagian kosong dalam teks lagu dan mengerjakan pertanyaan dalam lembar kerja.
Kami mencocokkan bagian hilang dalam lagu. Eh, kok masih ada yang salah dengar. Teks yang seharusnya “... samping rumah wakil Pak Lurah”, ditulis “... wakil Pak Umar.” Mungkin karena di kelas 2A ini ada Umar siswa asal Tangerang :p. Diskusi menyusul kemudian dengan tiap kelompok membacakan jawaban mereka dan mempertahankannya dari “serangan” kelompok lain yang tidak sependapat.
Sekali lagi Bang Iwan Fals dan lagu2nya, menjadi sangat berjasa bagi saya dan para siswa SMART EI tahun ini memahami kondisi sosial Indonesia dengan lebih baik dibandingkan dengan hanya membaca buku panduan. Para siswa jadi mendapat pengetahuan baru, bahwa lagu yang asyik dan abadi tak harus mengenai cinta2an manusia berbeda jenis kelamin. Cinta pada bangsa yang sedang berantakan ini pun bisa jadi hiburan dan sumber penghasilan *lho?*
Semester Iwan Fals” di kelas 2 SMART EI sudah berakhir, sekarang sudah Januari, musim liburan sekolah. Para siswa yang diajar bang Iwan juga sedang di kampung halaman masing2. Minggu lalu saat saya dalam perjalanan naik Sancaka pagi ke Yogya dari Surabaya, dapat pesan singkat dari Iyas, siswa kelas 5 yang tinggal di Bekasi. Katanya, ia sedang naik bus sendirian ke Bogor menengok neneknya. Titip salam ya buat nenek, balas saya.
Titip salam buat pengamen bus ini, ga? Balas Iyas lagi. Memang penting, ya? Kejar saya agak bingung.
Pengamen ini kayaknya temannya ustadzah Vera, karena dia nyanyiin lagu2 Iwan Fals, sahut Iyas.
Baiklah, ini info tambahan, Iyas adalah siswa kelas 5 yang lumayan akrab dengan adik2 di kelas 2. Penting, ga? :)

Thursday, December 8, 2011

SMART EI di Festival Pembaca Indonesia 2011

Untuk kedua kalinya Festival Pembaca Indonesia diadakan di akhir tahun 2011. Sebagai salah satu panitia, saya mengantar undangan kepada Pusat Sumber Belajar SMART EI untuk membuka ruang pameran di area Negeri Para Pembaca pada Festival Pembaca Indonesia 2011, hari Minggu, 4 Desember 2011. Festival ini diadakan oleh Komunitas Goodreads Indonesia di Plaza Area Pasar Festival, GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan.

Selain PSB, atau perpustakaan SMART yang "buka lapak", tujuh orang siswa SMART EI ikut juga sebagai pengunjung festival ini. Mereka kami undang berdasar rekomendasi pustakawan SMART, biar sekali2 bisa merasakan atmosfer keramaian bertemu ribuan pembaca di luar desa Jampang :). Tujuh siswa itu adalah Aditiya Perkasa (kelas 4 IPS) asal Lampung, Ahmad Rofai (kelas 3B) asal Lampung, Fachri Umar (kelas 2A) asal Tangerang, Jajang Saputra (kelas 2A) asal Banggai, Rofi M. Nur Al-Asad (kelas 2B) dari Bandung, Agniardi Rein Prasetyo (kelas 1B) asal Yogyakarta, dan Ade Putra Tri Prima (kelas 1A) asal Kalimantan Timur.

Sebelum mereka berangkat dari sekolah (ditemani ustadzah Uci ), para siswa pilihan ini harus punya persiapan. Ini tak lain karena salah satu peserta lain di Negeri Para Pembaca adalah Proresensi dari RRI Pro2 Jakarta, yang punya hadiah khusus bagi para pembaca yang hadir di festival. Stand Proresensi menyediakan buku2 gratis yang bisa dipilih sendiri bagi siapa saja pengunjung festival yang telah mengirimkan resensi bukunya pada mereka. Asyik, kan! Karena itu, ketujuh siswa ini saya minta untuk membuat sebuah resensi terlebih dahulu untuk dikirim lewat surel kepada Proresensi.

Alhamdulillah, mereka langsung bekerja keras, hehe... Hasil karya resensi mereka, silakan dibaca di Blog Baca SMART. Ada yang meresensi buku kungfu, hingga novel dengan judul irit, "2" :). Dengan hati lapang karena membayangkan buku gratis di tangan, tibalah mereka dengan ceria di area festival, Minggu pagi lalu.

Rofi, Rofai, Ade dan Umar di depan tenda informasi festival


Dan ini foto waktu Rhein dan Umar "mengklaim" hadiah buku gratis di stand Proresensi.



Setelah mampir di stand Proresensi itu, ternyata hadiah buku gratis bagi tiap pengunjung boleh sampai tiga buah! Syaratnya, tentu saja membuat tambahan resensi lagi hingga jadi tiga buah. Langsunglah para remaja ini beraksi mencari pinjaman pulpen dan pojokan yang asik untuk membuat dua resensi lagi. Haha... bahkan guru bahasa Indonesia mereka belum ada yang berhasil membuat mereka sesemangat itu membuat resensi di sekolah :)

Rofi dan buku gratis incarannya dari Proresensi Library :)
Dan buku gratis yang bisa didapat pengunjung festival tidak hanya dari Proresensi. Panitia festival juga mendirikan tenda Pulau 1000 buku, di mana pengunjung bisa menukarkan buku yang tidak ingin mereka baca lagi dengan buku2 yang juga dibawa pengunjung lain.

Rhein, sedang mengincar buku2 yang bisa ditukarkan di tenda Pulau 1000 Buku

Tapi bagian paling seru dari upaya mendapat buku incaran adalah saat berjuang dalam bookwar! Iya, ini perang buku, di mana lebih banyak buku pilihan dikeluarkan oleh panitia. Pengunjung yang berminat pada buku2 itu tidak bisa langsung menukar, namun harus bersamaan dengan pengunjung lain, didahului aba2 yang diberi oleh panitia. Tak ayal, penukaran buku berubah menjadi perebutan buku, sikut sana-sini, bak perang saja! Para siswa SMART yang baru melihat kehebohan cara penukaran buku seperti ini, ternyata tidak mau kalah. Mereka berani ikut serta, hehe...

Lihat2 dulu sebelum berperang
... dan perang pun segera dimulai :)


Puncak acara festival adalah pengumuman Anugerah Pembaca Indonesia mulai pukul 4 sore. Masih ada lagi buku2 gratis yang bisa didapat, apalagi ini buku2 terbaik pilihan pembaca Indonesia sepanjang 2011, yaitu nominasi buku2 favorit. Sayang para siswa SMART tidak bisa mengikuti acara sampai selesai karena  sudah harus pulang menempuh perjalanan jauh kembali ke Parung. Mungkin tahun depan bisa ikut lagi, dan berinteraksi dengan sesama pembaca produktif Indonesia...