Tuesday, September 16, 2014

Aku Peta... Aku Peta... Eh, Dora


Kemarin saya tidak ikut upacara. Di kelas saja bersiap untuk kunjungan guru pendamping kurikulum 2013. Walau saya mendengar seluruh pembicaraan yang disampaikan oleh ustad July di lapangan persis di bawah kelas, namun kali ini tidak sah kalau saya berbagi isi tausiyah beliau mengenai ikhlas menuntut ilmu. Kita bagi cerita dari sudut sekolah yang lain ya.

Siang menjelang istirahat berakhir pukul 13.00 WIB, ada Irhas dan Hizba siswa kelas 2B yang datang ke kelas saya. Sejak awal tahun ajaran ini, saya move on juga. Pindah ruangan ke kelas Sejarah, setelah tujuh tahun bercokol di ruang kelas IPS SMP.

“Ustadzah, peta yang itu nggak dipakai di kelas IPS SMP,” lapor Irhas begitu saja.

“Peta yang mana?”

“Peta yang suka dipakai ustadzah untuk cerita…,” kata Irhas lagi.

Saya masih belum paham, lalu Hizba buru2 menambahkan, “Peta yang ada gambar Neptunus dan Napoleon itu, ustadzah,” tuturnya.

“Oh,” saya pun paham peta yang dimaksud. Saya suka sekali peta itu, yang saya bawa dari kunjungan ke sebuah pameran pendikan Eropa di Jakarta tahun 2008 lalu. Gambarnya bagus dan menarik. Setelah minta tolong dialasi papan dan dibingkai oleh ustad Ujang, sering peta ini saya ambil dari dinding dan saya gerakkan jari2 tangan menelusuri peta tersebut di depan para siswa manakala pembahasan materi sedang nyambung dengan Eropa dan bangsa2 di benua biru itu. 

“Trus kenapa?” tanya saya lagi pada Irhas dan Hizba.

“Dibawa ke kelas ini ya, ustadzah?”

“Lho itu kan peta kelas sana. Memang boleh dibawa oleh ustadzah Vivi?” Ustadzah Vivi mengajar IPS Terpadu SMP kelas 1 dan kelas 2A, sementara saya mengajar Irhas, Hizba dkk di kelas 2B.
Peta Uni Eropa 2008

“Kami tanya, ya…” sahut mereka sambil keluar menyusuri koridor ke arah utara. Dan tak berapa lama kemudian mereka datang lagi menenteng peta Uni Eropa itu. “Boleh dipindah sini kata ustadzah Vivi,” seru Irhas sambil tersenyum lebar.

“Ayo pasang di sini…” kata Hizba membantu peletakan peta di dinding depan kelas
“Nah, ini buat bahan ustadzah cerita lagi…” tambah Irhas seraya melangkah ke kelasnya sendiri karena waktu istirahat telah usai.

Adegan siang kemarin itu membuat saya merasa jadi Dora the Explorer. Tanpa poni siiy…


No comments:

Post a Comment