Friday, October 15, 2010

"Dengan Kata Lain"

Minggu ini saya mendapat notifikasi dari goodreads.com, seorang teman selesai membaca sebuah kumpulan puisi karya penyair Joko Pinurbo. Teman ini menuliskan kembali sebuah puisi dari buku Kekasihku itu, yang berjudul "Dengan Kata Lain" (halaman 50-51) berikut ini:

Dengan Kata Lain

Tiba di stasiun kereta, aku langsung cari ojek.
Entah nasib baik, entah nasib buruk, aku mendapat
tukang ojek yang, astaga, adalah guru sejarah-ku dulu.

"Wah, juragan dari Jakarta pulang kampung,"
beliau menyapa. Aku jadi malu dan salah tingkah.
"Bapak tidak berkeberatan mengantar saya ke rumah?"

Nyaman sekali rasanya diantar pulang Pak Guru
sampai tak terasa ojek sudah berhenti di depan rumah.
Ah, aku ingin kasih bayaran yang mengejutkan.
Dasar sial. Belum sempat kubuka dompet, beliau
sudah lebih dulu permisi lantas melesat begitu saja.

Di teras rumah Ayah sedang tekun membaca koran.
Koran tampak capek dibaca Ayah samapai huruf-hurufnya
berguguran ke lantai,berhamburan ke halaman.

Tak ada angin tak ada hujan, Ayah tiba-tiba
bangkit berdiri dan berseru padaku: "Dengan kata lain,
kamu tak akan pernah bisa membayar gurumu."

( 2004 ) 

Sontak, puisi ini mengingatkan saya pada jutaan guru yang belum pernah sekalipun namanya dicatat media. Guru2 entah di mana saja mereka berada yang hanya berkarya di tengah keterbatasan; yang memang hanya ingin mengabdi tanpa perlu sertifikasi; yang tidak kelihatan berbuat lebih karena tidak bisa; atau memang mereka tidak mau. Guru2 yang tidak peduli bahwa nama mereka mudah dilupakan oleh semua yang pernah jadi murid mereka. 

Dan puisi ini juga mengingatkan saya pada guru SMP saya dulu, seorang guru cum tukang ojek. Seorang Pak Marwoto yang semalaman saya ingat2 lagi nama beliau, guru geografi yang dulu kami beri nama keren "Sweetchuck" dari film Police Academy. Jahatnya saya, murid beliau yang malah lebih mengingat nama panggilan ketimbang nama aslinya.  

Hari Guru Nasional memanglah masih bulan mendatang. Namun, kepada siapakah puisi ini mengingatkan Anda?

No comments:

Post a Comment